Ungu Raih Kesuksesan Langka di Era Digital

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2015 18:23 WIB
Ungu Raih Kesuksesan Langka di Era Digital Grup band Ungu menerima penghargaan platinum untuk album Mozaik di Jakarta (7/7). (CNNIndonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bisa menjual ratusan ribu kopi album musik di tengah kencangnya embusan rumor bubar plus minimnya daya beli masyarakat, tentu saja menjadi prestasi tersendiri bagi grup band Ungu.

Dalam konferensi pers yang digelar, pada Selasa (7/7), di sebuah restoran cepat saji di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, Pasha dkk menyampaikan kabar gembira.

“Alhamdulillah hari ini Ungu mendapat kabar gembira. Album terbaru Mozaik terjual lebih dari 200 ribu keping. Saya pikir ini jadi motivasi bagi Ungu,” ujar Pasha, vokalis.



Ungu memang patut berbangga. Di era digital seperti sekarang, penjualan karya musik berbentuk fisik seperti kaset dan CD relatif menurun drastis dibandingkan satu dekade silam.

Namun toh Ungu bisa membuktikan: karya yang dibuat sepenuh hati memang layak diapresiasi. Album musik dalam bentuk CD mereka tetap laris dibeli penggemar sekalipun eranya telah bergeser ke digital.

Album musik ternanyar Ungu yang bertajuk Mozaik dirilis pada Maret lalu. Dalam tempo empat bulan, berhasil mencetak angka penjualan lebih dari 200 ribu keping.
Dengan pencapaian album musik ke-12 yang luar biasa ini, Ungu dianugerahi penghargaan multi platinum. Sekali lagi, ini merupakan penghargaan yang terbilang langka di era digital.

Mozaik memang istimewa. Saat menggarapnya, Pasha bersama Enda dan Onci (gitar), Makki (bass), serta Rowman (drum) membuat beberapa terobosan, antara lain memasukkan beberapa genre.

Ungu juga menggait beberapa produser ternama pada proses rekaman album ini, seperti Irwan Simanjuntak, Ari Aru Renaldi, Stephan Santoso, ANdi Jibron, Denny Cuasmala, dan Andreas Arianto.
“Kenapa mengubah genre, itulah manusia. Ketika kita sudah melewati banyak fase yang kita banget, kita akan pengen ada sesuatu yang berbeda,” ungkap vokalis yang bernama asli Sigit Purnomo Syamsuddin Said.

Enda mengatakan penggarapan Mozaik termasuk yang tersulit. Bukan kesulitan menampilkan terobosan berupa genre-genre baru, melainkan kesulitan mencocokkan jadwal dengan produser.

Meskipun demikian, Enda mengaku puas dengan album yang proses penggarapannya lebih dari setahun ini. Menurutnya, ini album yang memenuhi ekspektasi tiap personel Ungu.
Tak ingin lekas berpuas diri, Ungu mengaku, masih memiliki ambisi lainnya terhadap album ini.

“Tingkatan penjualannya lebih baik lagi mudah-mudahan bisa 500 ribu, bisa sejuta. In sha Allah saya yakin bakal tercapai,” tutur Pasha yakin.
Bisa meraih multi platinum di era digital merupakan prestasi tersendiri bagi Ungu. (CNNIndonesia/Dhio Faiz)
(vga/vga)