Dua dekade lalu, masih ada Joshua menyanyikan Air, Tasya mendendangkan Libur Telah Tiba, dan Sherina melantunkan Lihatlah Lebih Dekat bersama Uci. Pasca era tersebut, nyaris tak ada penerus.
Prihatin dengan kondisi musik anak Indonesia, komposer Dian HP pun turun tangan. Ia mengaku geregetan terhadap pihak yang meneriakkan kelangkaan musik anak, namun tak melakukan apa-apa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Album yang berisikan sepuluh lagu anak-anak dari beberapa penyanyi cilik tersebut, ia tawarkan langsung ke TK dan SD di beberapa daerah. Hal ini ia lakukan mengingat prihatin lesunya industri musik Indonesia secara keseluruhan.
Dian mengaku harus banting tulang dengan menawarkan album tersebut ke TK dan SD di Surabaya, Yogyakarta dan Jakarta. Ia juga akan melakukan lawatan ke Solo dan Sumatra pasca Lebaran untuk mempromosikan album tersebut.
Perempuan kelahiran Tunisia, 2 Agustus 1965 lalu ini mengatakan, harus adanya kerja sama semua pihak untuk membenahi musik anak Indonesia. Pasalnya, ia mengaku tak sanggup mengurusi hal ini sendirian.
“Jadi ini harus ada kerja sama dari pendidik, dari orang tua, dari TV, dari radio," katanya. "Semuanya harus membantu, kalau enggak, ya akan sama aja."
Dian HP (CNNIndonesia/Dhio Faiz) |
(vga/vga)
Dian HP (CNNIndonesia/Dhio Faiz)