“Album ini merupakan kombinasi segala hal yang saya sukai,” kata Joss sebagaimana dikutip Telegraph. Tak hanya musiknya saja yang bervariasi, liriknya juga, dari kisah putus sampai jatuh cinta.
Selama menggarap album ini, Joss dibantu pionir reggae Dennis Bovell, komponis Inggris-India Nitin Sawhney serta Damian Marley, anak Bob Marley.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih ada Way Oh yang mengingatkan pada Buffalo Soldier milik Bob Marley, lalu Molly Town yang berirama dinamis, juga Show Me It Hurts tentang pengalaman putus dan jatuh cinta.
Tak sedikit kritikus musik yang memmuji kedewasaan Joss sebagai penyanyi dan penulis lagu. Apalagi sekarang ia pun tak lagi terikat kontrak dengan label rekaman mayor EMI.
“Saat memutuskan meninggalkan EMI, saya bertekad meraih kebahagiaan sebanyak mungkin. Kalau tidak, ya buat apa?” katanya. “Saya ingin menjalani kehidupan yang menyenangkan.”
Kepada Telegraph, Joss mengaku gerah dengan sederet aturan yang dibuat EMI selama delapan tahun dikontrak. Ia tak boleh memiliki tato, juga tak diperkenankan mengubah gaya rambut.
“Mereka mengontrak artis yang sedang bersinar, dan yang mereka pedulikan semata soal uang,” kata Joss tentang “kebiasaan buruk” label rekaman mayor.
“Kebiasan buruk” semacam ini, diyakini Joss, justru melahirkan karya yang buruk, dengan cita rasa buruk. Padahal Joss sungguh-sungguh ingin bermusik dengan indah.
Sebagai musisi mandiri, Joss merasa tak perlu melakukan semua yang dikatakan pihak label rekaman. Ia juga tak suka cara label rekaman menetapkan aturan ini itu, seolah menguasai si artis
“Menurut saya, hal semacam ini semacam penyiksaan,” kata Joss, “dan hal semacam itu tak mengena bagi saya.” Karena itu, Water for Your Soul menggambarkan kebebasan Joss sebagai musisi.
Bagi Joss, ia menyanyi karena memang harus menyanyi, bukan demi mencetak hits. Ia hanya ingin meneriakkan instrumen musik lewat laringnya. Bila tak menyanyi, ia merasa hidupnya hampa.
[Gambas:Youtube]