Permainan dengan grafis sederhana itu menjadi salah satu hiburan berkelas pada zamannya. Saking populernya, bila ada anak yang piawai memainkannya pasti langsung menjadi buah bibir kalangan sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Sam kalah dengan selisih sangat tipis oleh laki-laki cebol pongah bernama Fire Blast, sampai-sampai ia minder.
Hingga suatu hari, datanglah serangan dari langit yang mengancam keselamatan bumi. Serangan itu berasal dari alien yang menerima rekaman kompetisi video game pada awal '80-an. Para alien menganggap makhluk bumi menantang mereka perang.
Sam dan teman-temannya pun harus ikut campur guna melawan video game kesukaan mereka sendiri.
Chris Columbus kembali didaulat menjadi sutradara setelah sebelumnya menyutradarai film Percy Jackson & the Olympians: the Lightning Thief, pada 2010. Di film Pixels, Columbus menunjukkan masih memiliki imajinasi ajaib yang mampu menghibur penonton.
Pixels menawarkan hal yang berbeda dari film fantasi komedi yang ada, karena membuat kenangan generasi jadul menjadi lebih nyata dan hidup di masa modern.
Meski fantasi komedi, ada beberapa adegan terasa dipaksakan. Pertarungan yang terkesan tidak imbang dan kebodohan tentara Amerika rasanya menjauhkan image aksi dalam film ini.
Komedi yang tersaji dalam film ini cukup menyegarkan, namun terkadang sudah terduga, sehingga membuat tawa penonton seolah dipaksakan.
Meski demikian, Adam Sandler masih piawai dalam membawakan komedi ketimbang Paul Rudd dalam kostum Ant-Man yang dikenakannya. Begitu pula dengan bantuan dari Kevin James dan Josh Gad yang menjadi sahabat-sahabatnya.
[Gambas:Youtube] (ard/vga)