Adipati adalah versi baru Jenderal Soedirman, film biopik garapan Viva Westi yang rencananya tayang 27 Agustus 2015. Bisa dibilang ini film pertama tentang sang jenderal. Sebelumnya film biopik tokoh nasional hanya berkisar antara Bapak Bangsa, Soekarno-Hatta. Atau, sosok presiden seperti BJ Habibie dan Joko Widodo.
Namun pada 1979, Jenderal Soedirman pernah muncul dalam film Janur Kuning. Film itu lebih menceritakan tentang serangan umum 1 Maret yang saat itu dipimpin Letkol Soeharto. Hanya saja, film garapan Alam Rengga Surawidjaja itu lebih berpusat ke Soeharto, bukan Soedirman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Yogyakarta, tempat ia belajar teater peran aktifnya pun sangat terasa. Ia membentuk Studi Grup Teater Yogya, pada 1961. Rupanya itu merupakan cikal bakal Bengkel Teater yang digagas WS Rendra dan Arifin C. Noer. Dari situlah kemudian Deddy merambah Ibu Kota.
Tak sekadar berakting, Deddy juga mencoba peruntungan bisnis serta politik. Ia pernah menduduki Majelis Perimbangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan jadi anggota DPR RI. Deddy pun pernah duduk dalam kepengurusan Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI).
Deddy sampai kini masih aktif berakting. Film terbarunya adalah Mencari Hilal, yang tayang pertengahan Juli, berdekatan Lebaran lalu. Sayang, film itu tidak mencetak banyak penonton. Deddy tidak lagi dilibatkan dalam film Jenderal Soedirman kali ini. Karakter sang jenderal dibebankan ke pundak Adipati.
(rsa/vga)