Nyi Roro Kidul 'Hadir' dalam 100 Tahun Basoeki Abdullah

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Senin, 21/09/2015 06:40 WIB
Nyi Roro Kidul 'Hadir' dalam 100 Tahun Basoeki Abdullah Basoeki Abdullah, maestro seni lukis Indonesia. (CNNIndonesia/Endro Priherdityo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hampir semua orang mengetahui keberadaan lukisan Nyi Roro Kidul yang dipajang dalam sebuah kamar di hotel pinggir Pantai Selatan, Jawa Barat. Lukisan itu begitu terkenal, namun tak banyak yang mengetahui pencipta lukisan tersebut.

Ia adalah Basoeki Abdullah, seorang maestro bergaya naturalistik-realistik yang dekat dengan sang Proklamator Republik Indonesia Ir. Soekarno. Karya Basoeki juga banyak dikenal sebagai pengisi buku-buku pelajaran sekolah.

Tahun ini, bila masih hidup, Basoeki genap berusia 100 tahun. Demi merayakan eksistensi sang maestro dalam mewarnai dunia seni rupa Indonesia, Kementerian Pendidikan Nasional mengadakan pameran Rayuan 100 Tahun Basoeki Abdullah.


Pameran yang berlokasi di Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, itu berisikan ratusan karya Basoeki Abdullah yang dikuratori oleh Mikke Susanto, pengajar Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

"Ada tujuh bagian dalam pameran ini. Tujuh bab tersebut mencerminkan kehidupan Basoeki Abdullah sendiri dari karya-karyanya," kata Mikke kepada CNN Indonesia, beberapa hari lalu. "Pameran ini juga akan mengungkap sisi lain dari Basoeki Abdullah."

Tujuh bab yang dimaksud oleh Mikke meliputi: bab Basoeki Abdullah dan Indonesia; Basoeki Abdullah dan Kebudayaan Jawa;  Basoeki Abdullah dengan Tiga Negara ASEAN; Basoeki Abdullah dengan Eropa; Basoeki Abdullah dan Soekarno; Basoeki Abdullah dengan Perempuan; serta Basoeki Abdullah dan Diri Sendiri.

Tema Indonesia akan menggambarkan peran Basoeki sebagai salah satu maestro lukis realis berupa gambar berbagai tokoh bangsa, pahlawan, dan juga lukisan pemandangan alam. Dalam bab ini, Mikke akan menggambarkan nasionalisme Basoeki Abdullah yang berbeda dengan pelukis pada eranya.

Mitologi Jawa juga menjadi hal yang tak dapat dilepaskan dari sosok Basoeki Abdullah. Ia adalah seorang Katolik taat, juga memiliki kemampuan supranatural yang tak biasa.

Kisah ataupun tokoh mitologi Jawa yang ia gambar memiliki kisah mistik tersendiri, salah satunya adalah lukisan Nyi Roro Kidul. Konon, sang Ratu Pantai Selatan sendirilah yang mencari Basoeki Abdullah. Lukisan Nyi Roro Kidul tersebut pun dijadwalkan "hadir" dalam bab Basoeki Abdullah dan Kebudayaan Jawa di pameran kali ini.

Bab Basoeki Abdullah dengan Tiga Negara ASEAN menunjukkan popularitas sang maestro tak sebatas di Indonesia saja, tetapi juga di Thailand, Brunei Darussalam, serta Filipina. Tiga negara ASEAN tersebut pernah menempatkan Basoeki Abdullah sebagai pelukis kehormatan untuk menggambar presiden ataupun raja negara setempat.

Sebagai sosok pelukis yang sejak dini sudah mendapatkan pendidikan formal seni rupa di Eropa, karya Basoeki jelas memiliki keterkaitan kental dengan Benua Biru. Hal tersebut akan digambarkan dalam bab Basoeki Abdullah dengan Eropa, salah satunya adalah cara Basoeki menggambar pemandangan alam.

"Basoeki Abdullah dapat dikatakan sebagai kepanjangan tangan Soekarno dalam menggambarkan Indonesia kepada dunia sesuai yang diinginkan oleh sang Proklamator," kata Mikke menjelaskan bab Basoeki Abdullah dan Soekarno.

Kedekatan Basoeki dengan Soekarno bukanlah sebuah mitos. Soekarno seringkali meminta Basoeki untuk menggambar apa pun yang diinginkan The Founding Father. Tercatat, 200 lukisan Basoeki Abdullah tersimpan rapi sebagai warisan Soekarno di Istana Merdeka, Jakarta.

Basoeki pun pernah lima kali menggambar sosok Bung Karno secara langsung di hadapan Soekarno. Basoeki juga pernah menggambar istri-istri Soekarno seperti Fatmawati dan Ratna Sari Dewi.

"Basoeki Abdullah juga terkenal soal lukisan para perempuan telanjangnya, kami mendapatkan perhatian lebih dari pihak museum terkait dengan ini, kami harus hati-hati," kata Mikke.

Lukisan telanjang menjadi salah satu kelihaian Basoeki dalam berkarya. Ratusan sosok figur wanita telanjang telah digambarnya, baik satu sosok maupun beberapa wanita dalam satu bingkai. Semuanya yang terpasang dalam bab Basoeki Abdullah dengan Perempuan, diyakini Mikke, adalah imajinasi sang pelukis meski mengambil sosok tertentu sebagai model lukisan nudis itu.

Yang terakhir adalah potret diri Basoeki Abdullah dan keluarganya yang berdarah seniman dalam bab Basoeki Abdullah dan Diri Sendiri. Basoeki memiliki keterkaitan dengan tokoh nasional Indonesia dan memiliki kakak-adik yang menjadi legenda seni Indonesia.

Sang kakak, Sujono Abdullah adalah seorang pelukis handal Indonesia. Kemudian sang adik, Trijoto Abdullah adalah pemahat wanita pertama di Indonesia. Seluruh karya Trijoto hampir sudah menjadi kenangan, namun Mikke berhasil mendapatkan salah satu patungnya untuk dipamerkan dalam kegiatan ini.

"Tujuannya pameran ini juga mengkaji peran Basoeki dalam seni dan bangsa Indonesia, selain itu diharapkan rayuan Basoeki yang sukses menjadikan berbagai tokoh besar sebagai model lukisan dapat menggaet kaum muda untuk datang ke museum sehingga bersifat edukatif," kata Mikke.

Semasa sang maestro hidup hingga meninggal secara tragis pada 1993 silam, Basoeki tercatat tidak pernah mengadakan pameran tunggal yang bersifat retrospektif dan lengkap. Fakta inilah yang kemudian menjadi penyemangat diadakannya pameran kali ini.

Pameran 100 Tahun Rayuan Basoeki Abdullah dijadwalkan dibuka oleh Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Anies Baswedan, pada Senin (21/9) malam, di Museum Nasional, dan berlangsung hingga 30 September 2015. Selain pameran, juga digelar acara diskusi untuk mendukung tema pameran ini. (end/vga)