Rowling, kali ini dalam wujud Robert Galbraith, menciptakan kejahatan yang lebih dari si-tak-bisa-disebut-namanya seperti Voldemort. Yakni, seorang psikopat sadis.
Kalau dalam novel Galbraith sebelumnya, The Silkworm, sang penjahat berani mengeluarkan organ dalam penulis Owen Quine dengan cairan pembersih, kali ini pembunuhan lebih kejam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Strike, yang sebelumnya berhasil memecahkan kasus pembunuhan Lula Landry dan Bombyx Mori, berpendapat setidaknya empat orang di masa lalunya yang mungkin bertanggung jawab.
Seperti biasa, polisi mencurigai orang yang menurut Strike salah. Sementara itu, Strike dan Robin bertindak dengan cara sendiri, mengikuti insting detektif yang dimiliki.
Menurut Sphere, publisis novel, Career of Evil bagai cerita mencekam tentang lelaki dan wanita yang berada di persimpangan jalan.
Bukan hanya pembaca yang sepertinya bakal menganggap novel kali itu seram. Sang penulis sendiri pun mengaku mendapat mimpi buruk saat melakukan riset untuk novel terbarunya itu.
Galbraith menganggap novel itu bagai buku horor. Pertama kali dalam sejarah kariernya, buku yang ditulis membuatnya sulit tidur.
Career of Evil merupakan novel ke-tiga Rowling di bawah nama Galbraith. Sejak buku pertama, The Cuckoo's Calling, tokoh utamanya adalah Strike dan Robin dan temanya kriminalitas.
Yang berbeda, Career of Evil akan memberikan perspektif pembunuh di beberapa bagian buku.
Novel itu rencanya dirilis pada hari ini, Kamis (22/10). Namun 24 hari terakhir, ia sudah menempati peringkat pertama dalam penjualan awal di Amazon. Rowling sendiri memang menyebutnya sebagai buku terbaik yang pernah ditulis. (rsa/vga)