'Tak Semua Jebolan Ajang Pencarian Bakat Beruntung'

Fadli Adzani, CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2015 13:12 WIB
Menurut Kunto Aji, tidak semua finalis ajang pencarian bakat memiliki nasib beruntung: kariernya seketika melejit dengan mudah. Kunto Aji (CNNIndonesia /Fadli Adzani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Segelintir orang mungkin berpendapat, ajang pencarian bakat adalah "jalan tol" menuju puncak ketenaran, tanpa perlu bersusah payah meniti karier dari bawah.

Namun Kunto Aji tak sependapat dengan hal itu. Jebolan Indonesian Idol 2008 ini merasakan jatuh bangun sekalipun kini terkenal lewat single Terlalu Lama Sendiri.

Menurut pemilik nama belakang Wibisono ini, tidak semua finalis ajang pencarian bakat memiliki nasib beruntung: kariernya seketika melejit dengan mudah. 


Ditegaskan Aji, tidak sedikit dari mereka yang harus berusaha keras untuk mendapatkan ketenaran dan kesuksesan di ranah hiburan. Aji termasuk salah satunya.

"Tidak semua jebolan ajang pencarian bakat itu beruntung. Ada yang langsung diterima masyarakat, dan ada juga yang susah diterima," kata Aji kepada awak pers di Jakarta, pada Selasa (17/11).

"Saya mengalami hal itu," ia menambahkan seraya menceritakan pengalaman semasa awal karier. "Saya datang dari Jogja, lalu ke Jakarta, saya tidak kenal siapa-siapa."

Selain itu, penyesuaian diri seorang musisi di dalam masyarakat pun harus kuat, seperti yang dilakukan Aji ketika dirinya pertama kali menjejakkan kaki di Jakarta.

"Gaya hidup harus disesuaikan, saya kan orang Jogja, ketika sampai di Jakarta saya harus menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar," Aji mengimbuhkan.

Tak sekadar memiliki suara bagus, menurut Aji, seorang musisi juga harus memiliki pemahaman tentang industri musik serta mengerti karya sendiri.

"Musisi enggak cuma harus bisa bernyanyi saja, harus kuat pemahaman tentang industri musik dan juga pemahaman tentang karya kita, mau seperti apa karyanya nanti," Aji menjelaskan. "Jadi, banyak hal yang harus dipelajari."

Soal penggarapan album musik pun, diakui Aji, membutuhkan waktu yang tak instan. Setidaknya, ia membutuhkan satu tahun sejak merilis Terlalu Lama Sendiri.

Setahun setelah merilis single yang berhasil meraih nominasi AMI Award kategori Best of the Best Newcomer itu, barulah Aji merilis album musik Generation Y.

Sekalipun kini sudah berhasil merilis album musik, bukan lantas Aji "santai-santai seperti di pantai." Ke depannya, pria 28 tahun ini berharap dapat bertahan di industri musik Indonesia dan terus bisa berkarya.

"Saya ingin bertahan, saya ingin terus berkarya," katanya penuh harap."Musisi lainnya juga harus bisa, agar industri musik Indonesia semakin sehat." (vga/vga)