Penulis lagu Clarity itu dengan jelas mengemukakan bahwa dirinya tidak mendukung Trump menjadi presiden AS ke-45. Walau demikian, Zedd urung mengutarakan kandidat presiden AS yang ia pilih.
Melalui akun Twitter-nya, pada Kamis (11/2), ia menegaskan pernyataannya tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zedd bukan satu-satunya musisi yang menolak Trump menjadi presiden. Baru-baru ini, kecaman datang dari Adele. Sang pelantun Hello tidak mengizinkan Trump untuk memakai karyanya dalam kampanye yang dilakukan.
Sebelumnya, Trump sempat memainkan lagu Adele Rolling in The Deep dan Skyfall dalam kampanye di Ohio belum lama ini.
Grup musik legendaris AS, Aerosmith, juga menjadi "korban."
Vokalis sekaligus pentolan band rock itu, Steven Tyler, meminta Trump berhenti menggunakan lagu mereka dalam acara-acara kampanyenya sebagai bakal calon presiden dari Partai Republik. Dilansir dari Fox News, lagu Aerosmith yang dipakai Trump untuk berkampanye adalah Dream On.
Selain bermasalah dengan Adele dan Aerosmith, Trump juga sempat menggunakan lagu dari band R.E.M dan Neil Young tanpa izin. Hal tersebut membuat para musisi kesal dan akhirnya angkat suara.
"Masa bodoh dengan diri Anda yang haus akan kekuasaan dan perhatian," tulis Michael Stipe, vokalis R.E.M beberapa waktu lalu. Ia menambahkan dengan sindiran keras, "Jangan gunakan musik dan suara kami untuk parade kebodohan Anda." (fad/vga)