Jenggot, Salah Satu Alasan Zayn Malik Tinggalkan 1D

Fadli Adzani, CNN Indonesia | Selasa, 22/03/2016 16:06 WIB
Tidak boleh menumbuhkan jenggot, tak diizinkan mewarnai rambut, menjadi alasan-alasan mengapa Zayn Malik hengkang dari One Direction. Zayn Malik ketika menghadiri pemutaran perdana film Straight Outta Compton. (Kevin Winter/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada 25 Maret mendatang, para penggemar berat One Direction (1D) bakal memperingati satu tahun hengkangnya Zayn Malik dari boy band asal Inggris itu.

Kesedihan mungkin masih terasa di dada Directioners, terutama penggemar Zayn. Meski pada hari yang sama, personel yang tersisa yakni Harry Styles, Louis Tomlinson, Niall Horan, serta Liam Payne, Malik malah akan merilis album solo perdananya, bertajuk Mind of Mine.

Setahun setelah sang penyanyi berdarah Pakistan-Inggris hengkang dari One Direction, terungkap salah satu alasan yang menarik. Zayn keluar dari grup yang digagas dari X-Factor Inggris itu karena jenggot dan pewarna rambut.


Ketika diwawancarai oleh majalah Complex, Zayn menyebut bahwa dirinya tak diperbolehkan menumbuhkan jenggot ketika masih menjadi anggota One Direction. Itu membuatnya kesal dan berusaha untuk berontak.

"Terdapat beberapa hal yang tidak bisa saya lakukan yang dapat membuat saya terlihat seperti anak remaja. Terutama jenggo saya, sungguh," ujarnya, dikutip E! Online.

"Saya tak diperbolehkan menumbuhkan jenggot. Namun, ketika saya mulai dewasa, saya berontak dan memutuskan untuk menumbuhkan jenggot. Karenanya, saya terlihat lebih tua dibandingkan keempat teman yang lain," kata penyanyi berusia 23 tahun itu.

Selain itu, Zayn pun tak diizinkan mewarnai rambutnya. Padahal ia hobi menggonta-ganti warna rambutnya.

Belum lama ini, untuk merayakan hari Valentine, ia mengubah warna rambutnya menjadi merah muda. Kini Zayn memiliki rambut berwarna cokelat muda. Rambut aslinya sendiri berwarna hitam.

"Sekarang semuanya sudah lebih santai, saya bisa menumbuhkan jenggot."

Menurut penuturan Zayn, semua larangan itu membuat ia merasa tak menjadi dirinya sendiri. Ia menegaskan, "Itu semua tentang bagaimana [larangan] itu menolak siapa diri saya yang sebenarnya, apa yang saya cintai tentang musik dan kenapa saya mau berkarier di musik."

"Semua hal itu tidak akan pernah pergi menjauh, jadi saya yang harus pergi [dari 1D]," tuturnya. (rsa)