Mantan Petugas Keamanan Mengaku Dilecehkan Elton John

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Selasa, 29/03/2016 18:09 WIB
Mantan Petugas Keamanan Mengaku Dilecehkan Elton John Elton John dalam salah satu penampilannya. (REUTERS/Andrew Kelly)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyanyi lawas Elton John mendapat gugatan atas tuduhan pelecehan seksual. Gugatan ini jelas mengagetkan, karena sang penggugat ialah mantan petugas keamanannya.

Dikutip dari TMZ pada Senin (28/3), sang penggugat yang bernama Jeffrey Wenninger, mengaku kalau pelecehan seksual yang dilakukan John berupa sentuhan tangan ke alat kelaminnya.

Wenninger juga mengaku kalau peristiwa pelecehan seksual itu terjadi saat keduanya berada dalam sebuah mobil pada 2014.


"Berikan salam untuk Paman Elton John," kata John saat meraba kemaluan Wenninger, seperti yang dikutip dari surat gugatan hukumnnya.

Selain kemaluan, Wenninger juga mengatakan kalau John pernah meraba bagian dadanya.

"Ini adalah hal terindah," ujar John kepada Wenninger, masih menurut surat gugatannya.

Setelah kejadian tersebut, Wenninger memutuskan berhenti menjadi petugas keamanan John pada September 2014.

Tidak hanya fisik, pelecehan seksual secara verbal juga diduga pernah dilakukan John kepada Wenninger.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari John mengenai gugatan hukum tersebut.

Belum lama ini dikabarkan kalau John akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, guna membahas masalah hak kesetaraan LGBT.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan Reuters, Putin menghubungi John dan menyatakan kesediaan bertemu guna membahas tentang hak asasi kaum gay di Negeri Beruang Merah.

Juru bicara Putin, Dmitry Peskov menyatakan, kedua belah pihak bakal bertemu di sebuah hotel di mana sang pelantun Your Song menginap.

"Ketika mereka [John dan Putin] berbincang melalui sambungan telepon, mereka telah sepakat [untuk bertemu]. Mereka akan bertemu di hotel di mana John menginap di Moscow," ujar Peskov kepada awak media.

"Pertemuan ini tak bisa dikesampingkan, jika jadwal John di Rusia sudah pasti dan jadwal Putin memungkinkan [untuk bertemu]."

(ard/ard)