OM Pengantar Minum Racun Konsisten di Atas Panggung

Munaya Nasiri, CNN Indonesia | Jumat, 27/05/2016 09:20 WIB
OM Pengantar Minum Racun Konsisten di Atas Panggung Pengantar Minum Racun tetap eksis hingga kini. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR) kembali meramaikan dunia musik Tanah Air setelah lama tak ada kabar. Grup musik yang digawangi Jhonny Iskandar itu dibentuk sejak 1977 dan identik berpenampilan "klasik."

Tidak ada yang mampu melupakan ciri khas OM PMR. Lagunya nyeleneh, gayanya unik. Kekocakan mereka selalu ditunggu masyarakat dari berbagai kalangan. Sempat vakum 20 tahun lamanya, OM PMR tidak menghilang begitu saja. Terlihat di akun Twitter-nya, pelantun Judul-judulan dan Bintangku Bintangmu itu masih aktif tampil di sana-sini.

Baru-baru ini, kantor redaksi CNNIndonesia.com menjadi salah satu panggung OM PMR. Rabu (18/5) lalu, OM PMR menampilkan beberapa lagu, seperti Jumat Kliwon dan lagu baru, Topan (Tato atau Panu).


Tidak ada yang berubah dari grup itu, kecuali nama mereka. Jhonny Iskandar, misalnya, berubah menjadi Jhonny Madu Matikutu (Vokal). Personel lain pun kini memiliki nama-nama unik. Boedi Padukone (gitar), Yuri Mahippal (mandolin dan cuk), Imma Maranaan (bass), Adjie Ceti Bahadur Sjah (perkusi), dan Harry Muka Kapphour (gendang).

Seluruh instrumen yang digunakan saat tampil tetap sama. "Semua akustik, enggak main elektrik. Ada mandolin, ada suling, gitar akustik, gendang, tamborin. Pelengkapnya aja ada bass," ujar Jhonny. Walau perlengkapan bass elektrik lebih rumit, namun itu mampu menghasilkan suara yang lebih jernih dibandingkan dengan bass akustik.

Hal unik lain dari OM PMR adalah digunakannya sisir sebagai alat musik. Sisir itu juga jadi ciri khas Jhonny . Tapi ia menerangkan, "Sisir mah diganti-ganti. Itu di toko banyak!" Selain sisir, Jhonny kerap meniupkan suling sebagai penambah cita rasa musik. "Kalau suling ini nih, bambunya dari bambu Cina. Awet ini," ia mengatakan.

Di setiap penampilannya, Jhonny juga kerap membawa kertas yang isinya lirik lagu. Itu digunakannya Jhonny jika ia menyanyikan lagu yang belum dihafalnya. Namun ketika disinggung soal lupa lirik, Adjie sang pemain perkusi berkata, "Itu action aja sebenernya."

Keunikan OM PMR tidak hanya bergema di Indonesia saja. Sejumlah masyarakat luar negeri ternyata ikut menikmati lagu-lagu dari orkes itu, seperti Hong Kong dan Australia. Sayangnya, ketika berkesempatan untuk tampil di Amerika, OM PMR menolaknya.

"Karena di sana musim salju, akhirnya kami enggak jadi ke sana," ujar Adjie bercanda.

Usia memang tidak menghalangi grup orkes itu untuk terus berkarier. Hingga kini, OM PMR telah menghasilkan 15 album, termasuk mini album terbarunya yang bertajuk Orkeslah Kalau Bergitar. Saat ini OM PMR tengah fokus dengan mini album dan proyek lainnya, yaitu serial web yang ditayangkan di YouTube. (rsa/rsa)