Arifin Putra Jadi Kebapakan Gara-gara Novelis

Munaya Nasiri, CNN Indonesia | Kamis, 09/06/2016 09:42 WIB
Demi memerankan Satya di film Sabtu Bersama Bapak, Arifin Putra melakukan pendekatan intensif dengan novelis Adhitya Mulya serta ayahnya. Arifin Putra (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jika Arifin Putra tampak begitu kebapakan di film Sabtu Bersama Bapak, tak terlepas kedekatan dengan novelis Adhitya Mulya serta ayahnya. Film yang bakal tayang di bioskop pada 5 Juli 2016 itu memang dilatari novel berjudul sama karya Adhitya.

Sabtu Bersama Bapak berkisah tentang pria bernama Gunawan (Abimana Aryasatya) yang tak pernah hadir secara nyata di sisi kedua anak Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahenra), juga istri, Itje (Ira Wibowo), selain hanya melalui rekaman video.

Saat konferensi pers di Jakarta, pada Selasa (7/6), Arifin mengaku tak mudah melakoni peran sebagai Satya, yang telah berkeluarga. Apalagi dirinya belum pernah menikah, juga tidak pernah sekaligus berperan sebagai ayah, suami dan insinyur.


Beruntung, pria keturunan Jerman ini bertemu ayah Adhitya yang berprofesi sebagai insinyur. Di suatu kesempatan, ia ngopi bareng ayah Adhitya sembari membicarakan kehidupan sebagai insinyur yang menikah dan membina keluarga dengan dua anak.

"Saya sempet ngopi dengan bapaknya Mas Adhit. Berdua aja, enggak ada Mas Adhit-nya,” kata pemilik nama asli Putra Arifin Scheunemann. “Dari situ, [saya] pengin tahu jadi ayah dan insinyur seperti apa. Harus kerja, jauh dari keluarga.”

Tentu bukan perkara mudah bagi seorang kepala keluarga berada jauh dari istri dan anak-anak selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Dari momen ngopi bareng itu, Arifin memahami cara hidup, juga pahit manis kehidupan yang dijalani ayah Adhitya.

Diakui Arifin, ada beberapa karakter Satya yang terinspirasi sosok ayah Adhitya. Selain itu, Arifin juga tekun menggali karakter Satya dari sang penulis novel. Diakuinya, penuturan Adhitya sangat membantu dalam mendalami karakter sebagai Satya.

“Saya belum sempat baca novelnya,” aku Arifin malu-malu seraya berkilah, “Jadi ngobrol sama Mas Adhit, kan Mas Adhit novel berjalan." Hingga akhirnya, Arifin mampu menampilkan akting yang pas untuk menghidupkan karakter Satya.

Satya, di mata Arifin, adalah “orang yang berusaha melupakan atau kabur dari masa lalunya. Dia orang yang selalu berpikir ke masa depan, takut dengan masa lalu, dan tidak pernah ada di masa kini. Tragis banget, [Satya] melakukan segala-galanya untuk keluarga, tapi enggak pernah ada untuk keluarganya.”

Acha Septriasa, yang berperan sebagai istri Satya, pun kompak membangun karakter bersama Arifin. Keduanya menyusun sejarah kedekatan karakter yang mereka perankan. “Kami pasangan seperti apa, [dulu] pacaran seperti apa, nikahnya kapan, kami jadi orang tua yang seperti apa, jadi kita klop satu suara."

Saat ditemui usai konferensi pers, Arifin berujar, "Di sini [penonton] bisa dapat pelajaran banget sih. Film keluarga banget, yang sangat-sangat simpel. Menarik buat penonton, karena kan enggak ada buku panduan untuk menjadi bapak. Nah, di film ini ada stage-stage-nya. Ada yang udah jadi bapak [Gunawan], ada yang baru menjadi bapak [Satya], dan ada yang akan menjadi bapak [Cakra]."

(vga/vga)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK