Dian Pelangi: Dentuman Bom Disangka Tanda Berakhirnya Ramadan

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Selasa, 05/07/2016 12:45 WIB
Dian Pelangi: Dentuman Bom Disangka Tanda Berakhirnya Ramadan Dian Pelangi berada di Masjid Nabawi saat ledakan terjadi, Senin (4/7). (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Niat Dian Pelangi sebenarnya ingin merasakan Ramadan di Tanah Suci. Sejak kemarin ia, yang berkunjung ke sana bersama keluarga, sudah mengunggah foto-foto keindahan Masjid Nabawi, Madinah di akun media sosial Instagram-nya.

Namun seperti umat Muslim lain yang tengah khusyuk beribadah di sana, Dian juga dikejutkan ledakan bom. Bom bunuh diri mengguncang masjid Nabi Muhammad itu pada Senin (4/7) menjelang waktu berbuka puasa. Empat orang meninggal.

Melalui akun Instagram-nya Dian bercerita pengalamannya yang mendengar langsung dentuman bom itu. Saat dentuman terdengar, ia sendiri sedang duduk di masjid menanti buka.


"Para jemaah di Masjid Nabawi menggelar plastik panjang di tiap saf untuk diletakkan makanan. Jemaah membagikan kurma muda, air zam-zam, susu, dan roti gandum. Ketika sedang berbuka, Tiba2 ada suara dentuman dari luar," tulisnya.

Tak lama, sang desainer busana Muslim melanjutkan, suasana yang tadinya damai mendadak ramai. Jemaah pun panik.

"Saya bertanya ke sebelah saya, 'What's wrong Sister?' Dia menjawab, 'They have announced that tomorrow is Eid, so we don't need to do Tarawih tonight and no fasting for tomorrow. Eid Mubarak!'"

Suasana langsung ramai, tuturnya. "Orang-orang bangun dari duduk, berpelukan, menangis, berdoa, berjabat tangan," cerita Dian. Kumandang 'Eid Mubarak' terdengar di sekelilingnya. Para jemaah langsung dihujani kegembiraan.

Dian sendiri mengunggah ke Instagram, bahwa Arab Saudi merayakan Idul Fitri pada Selasa (5/7).

Tidak ada firasat apa pun dalam dirinya sampai Dian kembali ke hotel dan mengecek akun media sosial. Baru ia sadar ada kabar pengeboman di Madinah. Masjid Nabawi, tempat yang baru saja diinjaknya. Ia sendiri memang melihat mobil polisi berjaga.

"Sempat enggak percaya. Lha wong saya yang di dalam masjid tidak tahu apa-apa. Suasana aman, tak ada kepanikan, kegaduhan, layaknya orang kalau mendengar berita bom," ia menulis lagi. Ia tetap salat seperti biasa, tadarus tanpa takut.

Dentuman bom, ujarnya, ternyata disangka para jemaah sebagai tanda berakhirnya Ramadan.

Kalau pun mereka tahu itu bom, Dian menilai, tidak ada yang takut. "Seolah orang-orang berpikir, 'Kami tidak takut. Kalau pun mati, pun kami mati di dekat Rasulullah, di dekat para sahabat Rasulullah, di kota yang paling dicintai Rasulullah," tulisnya.

Dian sendiri saat ini dalam kondisi baik. Ia juga masih puasa, karena Arab Saudi juga merayakan Idul Fitri pada Rabu (6/7), seperti Indonesia dan negara lain. "Ketakutan, kepanikan, terkalahkan dengan antusias menyambut Lebaran besok."

Bom di Madinah merupakan yang ke-tiga selama 24 jam terakhir di Arab Saudi. Sebelumnya serangan bom juga melanda sebuah masjid di Qatif dan dekat Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Jeddah. (rsa/rsa)