Tapi Glenn Fredly justru berpendapat sebaliknya. "Mengapa harus menunggu tidak ada baru dirayakan? Konser ini menjadi bagian untuk mempertahankan ekosistem," kata sang pelantun Kasih Putih di Jakarta, Rabu (10/8) kemarin.
Karena itu Glenn berencana menyuguhkan sebuah konser apresiasi untuk salah satu musisi idolanya, Ruth Sahanaya. "Tanda Mata untuk Ruth Sahanaya" nama konser yang akan digelar 30 September mendatang di Balai Sarbini, Jakarta itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin merayakan sosok perempuan hebat, selebrasi karya yang lahir mewarnai musik Indonesia. Itu menjadi hal penting, karena musik tak lebih dari ekosistem. Bagaimana musisi bertahan dalam kondisi sulit, pembajakan enggak selesai, regulasi tumpang tindih, dan musisi harus tetap jalan terus bikin karya," kata Glenn.
Merunut sedikit ke belakang, rekam jejak Uthe diawali dengan merilis album Seputih Kasih (1987). Ia lalu berkarya bersama 3 Diva: Titi DJ dan Krisdayanti. Belakangan ia berkarya lewat Truth (2013) bersama Titi DJ. Karier Uthe sarat prestasi.
Tapi konser "Tanda Mata untuk Ruth Sahanaya" bukan hanya soal Uthe. Beberapa musisi lintas genre dan generasi dilibatkan, seperti Bob Tutupoli, Yovie Widianto, GAC, Aminoto Kosin, Yura, Kunokini dan beberapa nama lainnya.
Seniman komik Hari Prast akan membuat mural wall of fame untuk Uthe dalam konser itu. Glenn berharap, konser itu "Bisa membantu mendorong ekosistem musik yang bagus di Indonesia." (rsa/rsa)