Ini kali pertama penghargaan yang berlangsung sejak 1995 tersebut digelar di luar Venice Biennale. Penghargaan yang diusung Benesse Holdings, Inc tersebut pernah diberikan pada sejumlah seniman, antara lain Cai Guo Qiang, Olafur Eliasson, Rirkrit Tiravanija, Janet Cardiff dan George Bures Miller, Anri Sala, dan lainnya.
Mengutip Straitstimes, nama Ade Darmawan menjadi salah satu dari lima finalis yang akan memperebutkan penghargaan bergengsi tersebut, dengan hadiah senilai 3 juta yen atau Rp 374 juta, serta kesempatan untuk membuat karya pada Benesse Art Site di Naoshima, Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan pameran kali ini, Ade menampilkan karyanya yang diberi judul Singapore Human Resource Institute. Karya ini merupakan instalasi seni dengan memanfaatkan beragam media, seperti lukisan, media cetak, fotografi, serta furnitur usang.
Instalasi seni yang dihadirkan Ade menggunakan benda yang ia kumpulkan di Singapura dan juga Indonesia. Lewat karyanya ini, ia ingin menyampaikan kritik terhadap sejarah kapitalisme dan hubungannya dengan hidup di era modern saat ini.
Semua karya finalis dipamerkan di perhelatan Singapore Biennale 2016 yang berlangsung dari 27 Oktober 2016 hingga 26 Februari 2017.
Pemenang akan diumumkan pada Januari 2017, selama perhelatan Singapore Art Week.
Singapore Biennale
Ajang pameran seni bergengsi Singapura ini termasuk salah satu gelaran seni berpengaruh di Asia, yang dimulai sejak 2006. Setelah satu dekade, gelaran yang diusung Singapore Art Museum ini memberi fokus pada seni kontemporer non komersil dan fokus pada karya seni daerah.
Tahun ini, dijadwalkan ada 60 seniman dari 19 negara yang turut serta memamerkan hasil karyanya selama empat bulan pameran.
Pameran ini dikurasi Dr. Susie Lingham, yang sebelumnya merupakan Direktur Singapore Art Museum.
Bertajuk An Atlas of Mirrors, Singapore Biennale tahun ini bertujuan untuk mencari keterkaitan antara Asia Timur dan Asia Selatan, akan keberagaman berekspresi.
Selain Ade Darmawan, ada enam seniman Indonesia lainnya turut serta dalam pameran Singapore Biennale. Mereka yakni Eddi Susanto, Made Djirna, Made Wianta, Melati Suryodarmo, Titarubi dan Agan Harahap. (rah)