Pesta Musisi Indonesia, Identitas Musik Nasional

Mohammad Safir Makki & Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Rabu, 02/11/2016 13:11 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Synchronize Festival 2016 bisa menjadi langkah pertama musisi-musisi dalam negeri untuk mengobarkan semangat musik dalam negeri.

Industri musik di Indonesia mulai berani menampilkan geliatnya dan mau unjuk gigi tanpa 'embel-embel' bintang mancanegara dalam festival yang digelar. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Synchronize Fest 2016 menjadi pijakan awal untuk memulai langkah bangkitnya industri musik Indonesia. Seluruh bintang tamu merupakan musisi lokal, dari berbagai genre. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Musisi-musisi Indonesia yang tergabung dalam gelaran Synchronize Fest 2016 punya satu visi: ikut melahirkan regenerasi di industri musik itu sendiri. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Musik pop, rock, reggae, hip hop, jazz, blues, hingga dangdut berjaya di lima panggung selama tiga hari tiga malam, 28-30 Oktober 2016, di Gambir Expo Kemayoran. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Lebih dari 100 pertunjukan disuguhkan oleh musisi dari berbagai era, baik itu '70-an, '80-an, '90-an hingga yang paling populer saat ini. Itu sekaligus jadi pesta nostalgia. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Bagi sebagian musisi, ajang festival ini menjadi bukti identitas bahwa industri musik Indonesia bisa berdiri sendiri dan tak kalah dari festival lainnya di luar negeri. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Ajang Synchronize Fest 2016 ini pun diakui musisi jazz Indra Lesmana sebagai wadah untuk saling mengenal bahkan menginspirasi antar musisi satu sama lain. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Pada akhirnya, semua lapisan masyarakat membaur dan tersinkronisasi dalam pertunjukan musik itu. Jika ingin cita-cita itu terwujud, pesta semacam itu harus dilanjutkan. (CNN Indonesia/Safir Makki)