Dalam Elle Canada edisi Desember 2016, model asal Australia itu memaparkan soal perceraiannya dengan Bloom. Meski ia sekarang telah bertunangan dengan salah satu bos Snapchat Evan Spiegel, Kerr mengaku sebelumnya tidak pernah bahagia.
"Ketika Orlando dan saya berpisah, saya sebenarnya mengalami depresi yang sangat buruk," ujarnya, dikutip dari E!Online.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal yang paling penting adalah ketika ia meluangkan waktu bersama saya, kami akan menghabiskan waktu bersama dengan baik, dan ketika ia bersama ayahnya, ia akan menghabiskan waktu yang baik dengan ayahnya," ujar Kerr.
Itu memudahkan hidupnya dan Bloom. Kerr jadi tidak terbebani. ”Dan itu berjalan dengan sangat baik karena saya mengambil jadwal pemotretan untuk waktu-waktu di mana ia sedang bersama ayahnya, dan sisa waktu lainnya saya harus menjadi seorang ibu."
Sebagian dari kemudahan itu didapatkan Kerr dari salah satu kepercayaan terbesarnya: fleksibilitas.
"Saya punya filosofi bahwa kita semua harus menjadi seperti pohon dedalu--orang-orang berpikir bahwa dalam sebuah badai, pohon ek adalah yang terkuat, namun yang terkuat sebenarnya adalah pohon dedalu karena itu sangat, sangat fleksibel," katanya.
Ia pun mengaku telah mendapat pelajaran bahwa kecukupan diri membantunya untuk menyadari betapa kuat dirinya. "Apa yang saya temukan adalah bahwa apa pun yang Anda butuhkan, semua jawabannya ada di dalam diri Anda. Duduklah bersama diri Anda sendiri, tarik napas, dan mendekatlah dengan jiwa Anda,” ujarnya. (rsa)