'Liukan' Lanskap Amerika di Mata Bob Dylan

Rahman Indra, CNN Indonesia | Kamis, 03/11/2016 14:30 WIB
'Liukan' Lanskap Amerika di Mata Bob Dylan Musisi asal AS yang baru saja meraih Nobel Sastra itu memamerkan karya seninya bertajuk The Beaten Path di Halcyon Gallery, London. (Foto: AFP PHOTO / FRED TANNEAU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah mengejutkan dengan meraih Nobel kategori Sastra beberapa waktu lalu, musisi Bob Dylan kembali memberikan kejutan lainnya.

Sebagai seniman multitalenta, ia akan memamerkan karya seninya, didominasi lukisan lanskap Amerika Serikat, di Halcyon Gallery, London, dari 5 November hingga 11 Desember mendatang.

Waktunya mungkin menjadi tepat mengingat Dylan sedang berada dalam sorotan media, karena pro kontra Nobel yang ia terima.


Mengutip Vanity Fair, pameran bertajuk The Beaten Path tersebut menyuguhkan sejumlah koleksi seni yang dibuat Dylan, di antaranya gambar, lukisan, dan instalasi seni dari besi.

Ini bukan kali pertama Dylan memamerkan koleksi seninya di London. Ia pernah berpameran pada 2008, 2010 dan 2014.

Pengantar panjang

Sebagai pengantar pamerannya, Dylan turut menulis sebuah esai panjang, yang disebut-sebut sebagai tulisan panjangnya yang ke-dua setelah Chronicles: Volume One (2004).

"Gagasan utamanya adalah membuat gambar yang mudah dipahami, dan tidak menimbulkan salah paham oleh orang lain," ujarnya menilai karya yang ia pamerkan, seperti dikutip dari Vanity Fair.

Ia menambahkan, ketika Halcyon Gallery menawarkan lanskap Amerika untuk sebuah pameran, ia melakukan sedikit klarifikasi, memahaminya, lalu mencoba mewujudkannya dalam karya seni.

"Saya membayangkan apa yang saya lihat. Apa yang terjadi di masa yang akan datang tidak akan bisa dilepaskan dari apa yang terjadi di masa lalu. Itu artinya dimulai saat lahir hingga seperti hari ini." 

"Oleh karenanya, gagasan saya kemudian sederhana, dan menampilkan apa adanya," ujar dia.

Lukisan Dylan yang dipamerkan merefleksikan perjalanan yang pernah ditempuh musisi yang kini berusia 75 tahun itu, selama tur-nya di lebih dua dekade. Pilihan akan objek lukisan menunjukkan ketertarikan Dylan akan apa yang ia lihat dan maknai.

Jalan-jalan besar, gedung-gedung pencakar langit, dan jembatan dengan sisi jalan merupakan di antara objek lukisannya.

"Saya menyuguhkan yang tak biasa, dan perjalanan dengan jalur yang berbeda," ungkapnya.

Dylan melukis Wigwam Motel di Arizona, pabrik es krim di Brooklyen Bridge di New york City, dan karnaval 'Harem Slave' di Alabama. Ia juga melukis Paradise Motel dengan gedung-gedung tua tak terawat di sekitarnya.

Pemandangan panorama Amerika hampir mirip dengan kaleidoskop di lagu 1975 berjudul 'Tangled Up in Blue.'

Mengutip Billboard, Paul Green, presiden galeri Halcyon mengatakan Dylan lahir di kota kecil Amerika. Ia telah melakukan ratusan tur untuk beberapa tahun dan kerap bermain di kota-kota kecil lainya.

"Ia melihat banyak lanskap, dan melalui banyak perjalanan. Dan pameran ini menggambarkan semuanya," tambah dia. (rah/rah)