Prenjak Sabet Piala Film Pendek Terbaik FFI 2016
Resty Armenia | CNN Indonesia
Minggu, 06 Nov 2016 22:13 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak hanya berprestasi di kancah internasional, film pendek Prenjak berhasil menyabet penghargaan Film Pendek Terbaik Festival Film Indonesia 2016.
Beberapa bulan lalu, film pendek garapan sineas asal Yogyakarta ini telah mendapatkan penghargaan film pendek terbaik, La Semaine de La Critique, Festival Film Cannes di Prancis. Hadiah Leica Cine Discovery Prize senilai 4.000 euro pun dibawa pulang ke Indonesia.
Sang sutradara, Wregas Bhanuteja, mengaku sangat bangga bisa mendapatkan penghargaan dari FFI. Bahkan, menurutnya, penghargaan lokal ini lebih membanggakan baginya daripada penghargaan internasional.
"Ini sangat membanggakan. Bagi saya, penghargaan dari bangsa sendiri adalah yang paling penting. Kami semua sangat menyukuri," ujar Wregas saat ditemui setelah mendapat penghargaan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Ahad (6/11).
Wregas berharap, piala ini mampu menjadi 'cambuk' baginya dan rekan-rekannya untuk bekerja lebih keras dalam menghasilkan karya-karya selanjutnya.
"Prenjak ini nama burung. Saya harap burung ini bisa membawa kami terbang lebih tinggi lagi," katanya.
Prenjak sendiri sebenarnya tidak bisa diputar di tempat-tempat pemutaran film biasa. Pasalnya, film ini menampilkan lekuk tubuh wanita secara jelas tanpa sensor. Meski demikian, beberapa forum film di berbagai kota menggelar penayangan film ini. (ded/ded)
Beberapa bulan lalu, film pendek garapan sineas asal Yogyakarta ini telah mendapatkan penghargaan film pendek terbaik, La Semaine de La Critique, Festival Film Cannes di Prancis. Hadiah Leica Cine Discovery Prize senilai 4.000 euro pun dibawa pulang ke Indonesia.
Sang sutradara, Wregas Bhanuteja, mengaku sangat bangga bisa mendapatkan penghargaan dari FFI. Bahkan, menurutnya, penghargaan lokal ini lebih membanggakan baginya daripada penghargaan internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wregas berharap, piala ini mampu menjadi 'cambuk' baginya dan rekan-rekannya untuk bekerja lebih keras dalam menghasilkan karya-karya selanjutnya.
Prenjak sendiri sebenarnya tidak bisa diputar di tempat-tempat pemutaran film biasa. Pasalnya, film ini menampilkan lekuk tubuh wanita secara jelas tanpa sensor. Meski demikian, beberapa forum film di berbagai kota menggelar penayangan film ini. (ded/ded)