Nyanyian 30 Musisi Berkumandang Tanpa Takut Pembajakan

Resty Armenia, CNN Indonesia | Rabu, 21/12/2016 06:45 WIB
Nyanyian 30 Musisi Berkumandang Tanpa Takut Pembajakan Kebhinekaan Indonesia diwujudkan 30 musisi dalam lagu Satu Indonesiaku. (ANTARAFOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lagu Satu Indonesiaku benar-benar menunjukkan kebhinekaan. Bukan hanya diserukan melalui liriknya, itu juga ditunjukkan lewat adanya 30 musisi yang bergabung menyanyikan dan beraksi di video klipnya. Lagu itu sendiri baru resmi diluncurkan pada Selasa (20/12).

Adalah Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) dan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) yang mengajak 30 artis itu bergabung. Mereka ingin melakukan gerakan moral merespons dinamika kebangsaan yang terjadi belakangan ini.

Artis yang menyumbangkan suaranya antara lain; Erwin Gutawa, Once Mekel, Tompi, Ariel ‘Noah,’ Judika, Tantowi Yahya, Giring Nidji, Momo ‘Geisha,’ Afgan, Gita Gutawa, Marcell, Rossa, Glenn Fredly, Raisa, Isyana Sarasvati, Andre Hehanusa, Ike Nurjanah, Tulus, Cita Citata, Bimbo, Vina Panduwinata, Cakra Khan, Elfas Singers, dan Edo Kondologit.


Satu Indonesiaku sendiri sebenarnya terdiri atas empat tembang, yakni Rayuan Pulau Kelapa ciptaan Ismail Marzuki, Kolam Susu karya Yok Koeswoyo, Zamrud Khatulistiwa milik Guruh Soekarnoputra, dan Pemuda gubahan Candra Darusman. Erwin Gutawa meramunya menjadi satu.

Sedangkan video klipnya dikerjakan oleh Toni Sianipar, bekas personel Elfas Singers yang selama ini berkiprah di pembuatan film-film iklan.

Ketua Umum PAPPRI Tantowi Yahya menggagas ide ini bersama Ketua Umum ASIRI Gumilang Ramadhan dalam suasana keprihatinan melihat dinamika yang terjadi. Tantowi mengatakan, gagasan itu sebenarnya sulit diwujudkan. Namun ternyata banyak musisi yang mendukung. Dibantu dua sahabat lainnya, Erwin Gutawa dan Toni, mewujudkannya pun tak lagi mustahil.

"Jadilah mereka 'Empat Sekawan' yang bekerja kurang dari tiga pekan dalam merealisasikan ide besar bernuansa kolaboratif kebangsaan ini," ujarnya Tantowi dalam acara konferensi pers peluncuran Satu Indonesiaku di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (20/12).

Menurut Tantowi, setiap komponen bangsa harus berkontribusi positif untuk merawat kebhinekaan Indonesia. Musik, baginya masih menjadi alat yang sangat efektif untuk menyuarakan pesan-pesan perdamaian dan persatuan di masyarakat.

Calon Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru itu bersyukur Satu Indonesiaku mendapat bantuan energi luar biasa dari para pendukungnya baik di tahap perencanaan, pengerjaan, sampai penyelesaiannya. "Pengambilan vokal dan gambar dikerjakan hanya dalam waktu empat hari, mengingat padatnya jadwal para artis yang terlibat," katanya.

Ia melanjutkan, "Kesamaan visi dan konsep kebangsaan adalah dua hal yang mendorong para artis lintas generasi ini untuk bisa berkolaborasi."

Tantowi bercerita, Erwin bekerja ekstra keras agar lagu itu mampu memunculkan semangat kebangsaan bagi siapa pun yang mendengarnya. Sementara Toni dituntut mewujudkan Satu Indonesiaku ke dalam bentuk visual yang bercita seni tinggi dan berteknologi mutakhir, sehingga ia bisa jadi rujukan tayangan ketika kebhinekaan dan persatuan dalam ancaman.

"Kami berharap lagu dan video klip Satu Indonesiaku dapat diterima baik oleh masyarakat. Pesan-pesan perdamaian dan persatuannya dapat terpatri dalam jiwa setiap anak bangsa.”

Once bercerita, dirinya diajak mengerjakan proyek 'dadakan' itu hanya dalam kurun waktu dua hingga tiga jam. Ia pun mengaku takjub dengan hasil yang ditampilkan dalam Satu Indonesiaku. Biasanya, kata dia, proyek seperti itu membutuhkan waktu sangat banyak.

"Pesan saya, mari kembali ke komitmen awal waktu mendirikan negara ini. Apa yang terjadi di Jakarta akan meluas dan memengaruhi daerah lain. Indonesia bukan cuma Jakarta, petinggi, atau orang-orang kaya saja. Banyak masyarakat yang akan terpengaruh. Di mana pun dan dari golongan mana pun, harus ingat bahwa kita satu. Harus jaga perdamaian," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Berharap Dibajak

Kalau karya musik biasanya paling takut pada pembajakan, tidak demikian dengan Satu Indonesiaku. Orang-orang yang terlibat justru ingin menyebarkannya secara luas.

Setelah peluncuran resminya, Satu Indonesiaku akan diputar di 674 radio di seluruh Indonesia yang menjadi anggota Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI).

Video klipnya pun akan ditayangkan di 10 stasiun televisi swasta yang berada di bawah naungan Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), di layar bioskop di jaringan Cinema XXI, inflight entertainment Garuda Indonesia, serta YouTube.

Bukan hanya itu, instansi pemerintahan pun ikut andil.

Khusus lagu ini, makin dibajak makin bagus.Tantowi Yahya
Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin yang ikut hadir dalam peluncuran berjanji menyebarkan lagu itu ke lembaga masing-masing.

Tito berpandangan, tema yang digaungkan oleh lagu ini sangat pas. Apalagi, tuturnya, dengan jaringan yang sangat luas, salah satu tugas kepolisian adalah menjaga persatuan dan perekat bangsa bersama dengan unsur-unsur lain.

Lagu-lagu bertema kebhinekaan seperti Satu Indonesiaku, kata Tito, merupakan salah satu cara lembut yang digunakan untuk merekatkan bangsa. Menurutnya, cara seperti ini juga ampuh, dibandingkan dengan cara polisi yang menangkap siapa saja yang melanggar hukum.

"Ini cara-cara soft dibanding cara-cara kami, polisi, yang melanggar langsung ditangkap. [Cara polisi] kadang kontraproduktif, karena ada yang nyaman dan ada yang tidak nyaman. Pendekatan kesenian dan budaya ini sangat penting, karena soft sekali," ujar Tito.

Tito berjanji akan memberikan salinan lagu itu kepada 430 ribu orang anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia akan menyuruh bawahannya untuk memainkan Satu Indonesiaku dalam setiap kesempatan bertemu masyarakat.

"Begitu ada acara dengan masyarakat, mainkan ini. Dari Sabang sampai Merauke. Saya yakin ini akan merasuk, menyatu kembali dalam kebhinekaan kita. Perbedaan bukan pemisah, tapi penyatu bangsa," katanya.

Senada dengan Tito, Arief pun mengapresiasi tinggi penciptaan Satu Indonesiaku. Ia sepakat bahwa pendekatan budaya bersifat sangat cair dan menembus batas atau sekat. Ia yakin setiap orang Indonesia akan tersentuh saat mendengarkan lagu ini.

Shopping center sampai pasar, kami suruh putar lagu ini. Kalau tidak izinnya dicabut.Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita
"Jangan bertengkar di antara bangsa kita sendiri. Padahal, kompetisi antaranegara saja sudah kuat, kok malah sempat-sempatnya kita bertengkar di antara kita sendiri," ujarnya.

Arief berjanji akan meminta hotel-hotel serta pihak-pihak yang bersentuhan dengan destinasi wisata untuk memutar lagu ini.

Adapun Rudiantara berencana mendorong para perusahaan telekomunikasi untuk menyediakan ring back tone (RBT) Satu Indonesiaku yang bisa digunakan masyarakat secara gratis. Hal itu mengingat besarnya jumlah penduduk Indonesia--165 juta dari 255 juta jiwa--yang memiliki telepon genggam saat ini.

Sedangkan Enggartiasto mengatakan, ia akan ‘memaksa’ seluruh pusat perbelanjaan dan pasar untuk memutar lagu itu. "Shopping center sampai pasar, kami suruh putar lagu ini. Kalau tidak izinnya dicabut," katanya, tanpa menjelaskan apakah ‘ancaman’ itu serius.

Ia mengimbuhkan, "Saya hampir speechless, karena lagu dan secara visual yang digambarkan luar biasa. Artisnya mulai dari senior sampai junior berkumpul bersama. Hanya satu doa saya, tidak mau menyaksikan Indonesia pecah. Gambar visual dan lagu ini sangat menyentuh."

Mendengar hal itu, Tantowi sumringah. Politisi Partai Golkar itu mengatakan, lagu Satu Indonesiaku tidak akan dikomersialisasikan untuk kepentingan apa pun. Ia dengan senang hati menyerahkan salinan lagu dan video klip kepada seluruh kementerian dan lembaga yang berminat. "Khusus lagu ini, makin dibajak makin bagus," katanya seraya terkekeh.

"Kami janji akan memberikan salinannya kepada kementerian dan lembaga. Silakan diperbanyak sendiri, karena pembajakan diperbolehkan untuk karya ini," ujarnya melanjutkan. (rsa/les)