Baru saja diberitakan NME, penyebab kematian remaja ke-dua diketahui dengan pasti. Jack Crossley yang meninggal pada 6 Agustus 2016, diketahui disebabkan ia mengonsumsi MDMA berdosis tinggi di tempat itu. Ia sempat kolaps dan dibawa ambulans ke rumah sakit.
Namun dalam perjalanan ke rumah sakit Royal London, ia mengalami serangan jantung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi sebentar lagi kelab itu akan dibuka kembali. Fabric mengajukan naik banding segera setelah putusan hakim dijatuhkan. Hasil dari upaya itu adalah adanya aturan baru soal anti narkotika. Rencananya, mengutip NME, kelab malam itu akan dibuka kembali pada Jumat (6/1).
Itu bisa terjadi karena pemilik Fabric mengajukan kondisi-kondisi khusus yang ditambahkan pada syarat diberikannya kembali izin pembukaan kelab malam. “Semuanya didesain untuk menjamin tidak ada toleransi terhadap kepemilikan, konsumsi, maupun penjualan obat-obatan di dalam kelab,” demikian pernyataan bersama Islington Council dan pemilik Fabric.
Kondisi baru itu termasuk pelarangan seumur hidup untuk masuk kelab bagi siapa pun yang berusaha membeli, menjual, atau sekadar ‘numpang’ mengonsumsi obat-obatan. Penjagaan di pintu masuk kelab akan diperketat. Akan ada sistem pemindaian identitas, sehingga remaja di bawah usia 19 tahun tidak boleh memasuki tempat hiburan malam ‘garis keras’ itu.
Tata lampu, pencahayaan. CCTV, dan pengawasan pun dijanjikan akan ditambah. (rsa)