Selebriti Juga Punya Prosedur 'Cuti'

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Sabtu, 21/01/2017 16:22 WIB
Jika terikat kontrak dengan rumah produksi untuk sinetron tertentu, biasanya mereka harus rela jadi 'tahanan kota.' Arifin Putra punya aturan sendiri untuk cuti. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak seperti pekerja kantoran, selebriti lebih bebas memilih waktu istirahat. Jatah cuti tak terbatas pada 12 hari dalam setahun. Itu diakui Arifin Putra, yang sudah aktif menjadi aktor sejak awal 2000-an.

Tapi itu bukan berarti ia bisa sesukanya libur. Arifin punya manajer. Tidak berarti mentang-mentang dirinya aktor lantas bisa beristirahat panjang sesuai permintaan. Ia tetap harus menyesuaikan dengan manajernya.

Bahkan, kepada CNNIndonesia.com bintang The Raid 2 itu mengakui, ia tetap harus mengajukan izin terlebih dahulu jika ingin libur. ‘Prosedurnya’ juga seperti pekerja kantoran.


"Kalau manajer enggak mungkin kasih break. 'Kerjaa! Cari duit!' Biasanya saya yang minta, tergantung kebutuhan," ujar Arifin saat ditemui beberapa waktu yang lalu di Jakarta.

Jika sudah meminta libur, harinya memang tidak terbatas. Ia bisa meliburkan diri sampai enam bulan. Tapi konsekuensinya, karena ia tak ambil pekerjaan, “Bokek,” katanya.

Prosedur seperti yang dijalani Arifin itu berlaku bagi selebriti yang seperti dirinya. Tidak punya keterikatan kontrak eksklusif dengan suatu rumah produksi atau perusahaan. Ia pun bebas memilih serta menentukan keseimbangan hidup, antara istirahat dan pekerjaan.

Tapi Arifin baru menikmati itu sekitar tiga tahun terakhir. Sebelumnya ia selalu ‘terjebak’ sinetron. Karena ia banyak membintangi judul sinetron yang biasanya menuntut syuting setiap hari. Di masa-masa itu, ia sulit merasakan libur.

"Saya baru mulai libur itu dari 2013, 2014. Sebelumnya enggak pernah, waktu masih antara sinetron dan film," katanya.

Itulah yang menjadi salah satu pertimbangannya ‘banting setir.’ Tidak lagi membintangi sinetron. Ia lebih memilih aktif sebagai aktor film. Jadwalnya lebih jelas.

"Sinetron susah, karena harus stand by dan jadi tahanan kota. Itu sekitar tahun 2007-2013. Setelahnya saya fokus film saja, meski habis satu film harus cari film lain," tuturnya.

Itu pun ia masih harus merelakan waktu istirahatnya ‘terampok’ oleh pekerjaan.

"Sangat sering terjadi, sudah bikin rencana liburan, tapi ada aja kerjaan yang enggak bisa ditolak. Kalau sudah begitu paling atur kembali penerbangan," katanya.

Itu pernah ia alami saat ulang tahun ibunya. Selebrasi ada di Bali. Tapi Arifin harus ke Singapura. “Kemudian pernah ada lagi pas ke Hong Kong. Karena enggak enak sama keluarga, mengatasinya dengan tambah dua hari," ia bercerita.

Tapi cerita sebaliknya juga pernah terjadi. Ia merelakan kesempatan untuk main di sebuah film demi liburan.

"Saya enggak akan sebut judul filmnya. Saat itu ada tawaran menggiurkan karena nama sutradaranya dan harus memilih antara main film itu atau liburan ke Nepal. Kesempatan yang jarang dan saya pengen banget, jadi saya lebih pilih liburan," ungkapnya.

Iri Punya Cuti

Asyiknya Arifin berlibur di luar negeri selama berhari-hari itu, sering dipandang iri oleh rekan-rekannya yang bekerja kantoran. Mendengar ia syuting di daerah-daerah eksotis seperti Papua saja sudah membuat mereka tercengang. Tapi Arifin justru sebaliknya.

“Saya ‘waw’ justru saat dengar mereka dapat cuti lebih tertata,” ujarnya mengungkapkan.

“Manusia selalu iri dengan yang tidak punya. Saya iri dengan yang tertata, tapi orang kantoran kadang iri dengan pekerjaan saya sebagai aktor,” ia melanjutkan.

Namun jika disuruh memilih, ia tetap menyukai pekerjaannya sebagai aktor. “Pengalamannya luar biasa dan risiko pekerjaan itu ada masing-masing. Jadi saya fine-fine saja.”

Jika tidak ke luar negeri, ia memilih menghabiskan waktu liburannya hanya dengan bersantai di tempat tinggal. Berleha-leha, menonton film, cukup baginya. Biasanya itu dilakukan jika ia hanya dapat libur satu atau dua hari.

Soal destinasi liburan jika waktu cutinya panjang, Arifin sering mencari referensi kepada teman-temannya. Saat ini misalnya, ia ingin pergi ke Pulau Komodo.

"Kalau bisa mencari yang tenang dan sunyi, karena kerjaan saya sehari-hari sudah ketemu banyak orang, jadi kalau liburan lebih baik sunyi," ujar Arifin menutup pembicaraan.

Cuti ala Reza Rahadian

Cerita yang nyaris sama juga dialami oleh aktor Reza Rahadian. Reza juga mengungkapkan kalau dia tak punya waktu pasti untuk cuti. Namun dia sedikit lebih beruntung karena bisa mengatur sendiri waktu cutinya. 

"Kalau artis, waktu cutinya atur sendiri," ucapnya kepada CNNIndonesia.com. 

"Tapi tidak ada waktu pastinya kapan harus cuti. Semuanya tergantung pada banyak atau tidaknya proyek yang sedang diambil saat itu."

Dia menambahkan ketika jadwalnya padat, dia pun harus merelakan waktu liburnya untuk mengerjakan proyek tersebut. "Pintar-pintarnya kita atur jadwal saja," ucap Reza menambahkan. 

Hanya saja, saat mendapat waktu cuti, Reza tak lantas langsung berkemas dan pergi berlibur. Waktu cuti juga banyak dimanfaatkan dia untuk beristirahat atau sekadar mengerjakan hobi pribadinya. 

Reza punya hobi memasak. Waktu luangnya dipakai untuk belajar berbagai resep masakan baru dari Youtube. 

"Kalau belajar masak, saya selalu dari internet. Saya tidak percaya ibu saya karena beliau tidak bisa memasak," ujarnya diiringi tawa. 

Bukan cuma memasak, waktu liburan dan cuti Reza juga dimanfaatkan untuk bermain bersama hewan peliharaan kesayangannya, seekor ikan.

(okt/rsa)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK