Massa Protes di Jalanan, Trump Tonton 'Finding Dory'

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Senin, 30/01/2017 13:03 WIB
Massa Protes di Jalanan, Trump Tonton 'Finding Dory' Sementara kebijakannya diprotes, Donald Trump menonton Finding Dory di Gedung Putih. (Pixar Animation Studios)
Jakarta, CNN Indonesia -- Donald Trump, keluarga dan staf Gedung Putih memilih bersantai sementara protes membeludak di jalanan atas kebijakan baru Sang Presiden. Trump membuat kontroversi dengan menandatangani keputusan baru melarang masuk warga dari tujuh negara mayoritas Muslim.

Dua hari selama akhir pekan, protes besar-besaran dilakukan. Sementara ratusan pelancong dari negara seperti Iran, Irak, Suriah, Sudan, Libya, Somalia, dan Yaman terkatung-katung nasibnya. Mereka tak bisa masuk AS karena masuk ‘daftar hitam’ dari Trump.

Sementara itu, Trump menikmati waktu senggangnya dengan menonton film. Diberitakan Independent, ia dan keluarga serta stafnya hanyut dalam pencarian Dory akan kampung halaman dan orang tuanya. Mereka menonton Finding Dory, yang dibintangi Ellen DeGeneres.



CBS memberitakan, presiden beristirahat dari pekerjaannya sekitar pukul tiga sore dan menonton film. Sementara itu, protes massa terkait dengan kebijakannya sedang berlangsung dalam waktu bersamaan di hampir seluruh penjuru kota, oleh berbagai elemen masyarakat.

Saat film sedang diputar, massa protes membuat barisan di depan Gedung Putih dan mengekspresikan rasa frustrasi mereka atas kebijakan baru Trump.

Finding Dory yang ditonton Trump, seperti ironi. Kisah Dory mencari orang tuanya dan kampung halamannya, seperti cerita orang-orang imigran yang kini tidak dapat masuk ke AS dan terpisah dengan keluarganya. Tapi Trump seperti tidak tersentuh oleh itu.


Di sisi lain, perwakilan pers Gedung Putih, Sean Spicer mengatakan bahwa presiden menyaksikan animasi tersebut hanya beberapa menit saja, tidak sampai selesai.

“Kenyataannya, Trump hanya menghabiskan semenit saja untuk membuka ucapan kepada staf dan keluarga. Kemudian ia kembali bekerja sampai pukul tujuh sore,” kata Spicer lewat Twitter. (han/rsa)