Bekraf Ingin Tambah Layar Bioskop di Daerah

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Rabu, 08/02/2017 23:59 WIB
Bekraf Ingin Tambah Layar Bioskop di Daerah Indonesia ditargetkan punya ribuan layar bioskop. (Ilustrasi/Thinkstock/Scaliger)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menargetkan adanya penambahan layar bioskop khususnya di daerah-daerah di Indonesia. Dalam gelaran konferensi pers di Gedung BUMN, Rabu (8/2), Triawan menyatakan bahwa kini Indonesia telah memiliki 1.200 layar.

Namun, menurut dia jumlah itu masih kurang. Apalagi dibanding jumlah penduduknya. Bekraf pun mencanangkan adanya penambahan layar agar penonton film Indonesia tidak terbatas.

"Bioskop Indonesia diakui terbaik di dunia, sudah dipuji Disney, di luar negeri tidak sebagus itu, hanya satu dua. Secara umum bioskop kita bagus sekali dan nyaman, tapi kurang banyak, kurang masif jadi penonton terbatas. Itu yang sedang kami perjuangkan," katanya.



Lebih lanjut, Triawan mengatakan bahwa saat ini ada perusahaan-perusahan yang ingin membangun bioskop di kota-kota kecil, termasuk di Papua.

"Kelompok-kelompok besar juga ingin menambah layar, kami harap itu tidak hanya ada di mal-mal besar saja. Mudah-mudahan ke kota-kota kecil juga, yang seat-nya 50 sampai 100 tetapi beberapa tempat sekaligus," ujarnya.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik pun menambahkan bahwa Bekraf menargetkan penambahan layar bioskop di daerah setidaknya paling sedikit 500 layar.

Ricky membandingkan layar Indonesia dengan milik Korea Selatan. Saat ini dengan 1.200 layar, Indonesia memiliki 260 juta penduduk. Sementara, Korea Selatan yang menurutnya memiliki penduduk 60 juta orang sudah punya 3.000 layar.


"Dengan itu Korea punya box office 10 juta penonton, Indonesia cuma satu juta. Kalau bisa kita dorong juga ke 3.000 layar dalam satu waktu. Bayangkan kalau box office kita 10 juta juga. Warkop tujuh juta saja pada jadi miliuner mendadak, ini mesti didorong," katanya.

Dia menambahkan, "Tidak harus hari ini, untuk bisnis prosesnya panjang. Target kita minimal tambah 500 layar per tahun bisa lebih dan pasti lebih besar."

Selain menargetkan peningkatan jumlah layar bioskop, Ricky juga menyampaikan target terkait jumlah film nasional. "Tahun 2016 itu 185 film dengan dihapusnya film dari Data Investasi Negatif (DNI), mungkin lebih dari 200 film untuk 2017," tuturnya lagi. (rsa/rsa)