Cerita Vino Bastian tentang Ayahnya dan 'Wiro Sableng'

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 10/02/2017 15:58 WIB
Cerita Vino Bastian tentang Ayahnya dan 'Wiro Sableng' Memerankan 'Wiro Sableng' menjadi nostalgia tersendiri, karena dulu ia kerap diajak berdiskusi dengan ayahnya Bastian Tito selama proses penulisan buku. (Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Memerankan sosok 'Wiro Sableng' dalam film Wiro Sableng 212 memberi kesan tersendiri bagi aktor Vino G. Bastian. Pasalnya, film itu diangkat dari novel silat yang ditulis Bastian Tito, yang juga ayahnya sendiri berjudul Wiro Sableng Kapak Maut Naga Geni 212. Sejak 1967-2006, Bastian telah menulis 185 judul.

Dalam proses penulisan novelnya itu, kata Vino, ayahnya gemar bercerita dan mengajaknya berinteraksi. 

"Bapak itu kalau ke saya lebih menceritakan apa yang akan ia tulis. Saya sendiri pun memang lebih tertarik untuk baca buku-buku bergambar ketimbang novel tebal. Jadi saya tahu kisah Wiro Sableng itu lebih banyak dari cerita yang disampaikan beliau," ungkap Vino saat ditemui disela-sela pengumuman rencana pembuatan film Wiro Sableng 212, di Jakarta, pada Kamis (9/2). 

"Dia gemar sekali bercerita dan bertanya 'menurut kamu senjatanya bagusan tongkat atau golok?', jadi kayak dongeng saja," tambah dia.


Selain gemar bercerita, Vino pun mengatakan bahwa ayahnya gemar berjalan-jalan untuk mencari inspirasi.

"Persis yang saya ingat, ia menulis itu berdasarkan tempat yang real. Dia suka travelling, lihat ke lokasi sebenarnya lalu dia capture ke dalam buku," kata Vino.

"Jadi yang dia tulis itu otentik tempat sebenarnya, beliau mendatangi tempatnya langsung sebelum nulis, kayak ke candi-candi," ujar aktor kelahiran 24 Maret 1982 ini.

Terlepas dari bayangan akan memori bersama ayahnya itu, maka Vino pun mengatakan bahwa keterlibatannya dalam film turut menjadi bentuk bakti pada orangtuanya yang telah membesarkan dia dari cerita Wiro Sableng.

"Ini hanya bagian kecil sekali mungkin bentuk balas budi yang bisa saya berikan sebagai anak. Membalas kebaikan orang tua saya dan bentuk hormat saya, ayah saya menghidupi keluarganya lewat cerita yang ia tulis," tutur Vino.

Menurut Vino, keotentikan yang dilakukan mendiang Bastian, karena sang ayah pernah berprofesi sebagai seorang wartawan. Selain mengungkapkan tentang hal yang ia kenang dari sosok ayahnya terkait kisah Wiro Sableng itu, Vino juga mengatakan bahwa ada cerita yang belum dipublikasi ayahnya.

"Sebelum meninggal, ada cerita yang belum dikeluarkan almarhum. Kami punya jawaban akhir Wiro Sableng itu seperti apa, dan buku itu belum dirilis," pungkas Vino.
(rah/rah)