Buku Lukisan Karya George W Bush Dipuji Kritikus

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Senin, 13/03/2017 14:56 WIB
Buku Lukisan Karya George W Bush Dipuji Kritikus Dikenal sebagai presiden angkuh, George W Bush justru mendapat pujian atas kehangatan dan kepeduliannya yang tulus kepada para veteran melalui lukisan. (REUTERS/Brendan McDermid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kumpulan lukisan karya mantan Presiden AS, George W Bush mendapatkan banyak pujian dari kritikus ternama. Di balik sosok dan berbagai kebijakan kontroversial Bush, ia disebut sukses menunjukkan kehangatan dalam goresan tinta tangannya sendiri.

Pujian tersebut datang dari kritikus seni ternama, Phillip Kennicott. Sang kritikus juga menyebut bahwa karya Bush merupakan buah proses asah seni sang mantan presiden pasca lengser dari Gedung Putih.

"Tidak peduli apa yang Anda pikirkan tentang George W Bush, dia menujukkan dalam buku ini dan lukisan karya dia sendiri kebaikan yang sayangnya berkurang dalam dinamika elit politik Amerika saat ini: keingintahuan, kasing sayang, komitmen mempelajari hal baru dan kerendahan hati untuk belajar dari masyarakat," kata Kennicott, seperti dilansir Telegraph.
"Ada banyak bukti bahwa mantan presiden itu lebih ramah dan hangat dibanding si congkak 'President Bush' semasa menjabat. Dan keingintahuan dia tentang seni bukan hanya masih murni, namun cenderung canggih."


Pada 28 Februari lalu, mantan presiden presiden yang terkenal akan kebijakan invasi militer ke Afghanistan pada 2001 dan Irak pada 2003 tersebut meluncurkan buku berisi karya lukisan yang ia buat sendiri.

Lukisan yang ia buat sendiri pasca lengser dari Gedung Putih pada 2009 tersebut dikumpul dalam buku berjudul Portraits of Courage: A Commander in Chief's Tribute to America's Warriors.

Buku tersebut berisi gambar prajurit Amerika dan berisi kisah yang ditulis sendiri oleh Bush.
"Saya tidak yakin bagaimana seni dalam koleksi ini dalam pandangan para kritikus," tulis Bush dalam pendahuluan buku tersebut.

"Secara keseluruhan, saya ini pemula. Apa yang saya yakini atas koleksi ini adalah masing-masing lukisan dibuat dengan penuh kepedulian dan rasa hormat," lanjut Bush.

Bush dalam bukunya mengatakan ia terinspirasi oleh karya Lucian Freud, Wayne Thiebaud, Jamie Wyeth, Ray Turner, Fairfield Porter, dan Joaquin Sorolla.

Dia pun mengisahkan saat pertama kali menggenggam kuas pasca tidak lagi duduk sebagai presiden negara adi daya itu.
"Untuk kali pertama dalam 66 tahun hidup saya, saya mengambil kuas dan bukan untuk mengecat dinding," tulis Bush.

"Saya memilih tube cat putih dan lainnya yang berlabel Burnt Umber. Saat saya tidak sadar ketika itu bahwa nama tersebut adalah sebuah warna, saya menyukai nama itu, itu mengingatkan saya akan masakan ibu saya,"

Dan dalam buku yang ditujukan untuk amal tersebut, Bush menunjukkan kepeduliannya kepada para veteran Amerika yang akhirnya membuat Kennicott memuji rasa kepedulian sang mantan presiden.
Seperti ketika Bush menggambar sosok kopral David Smith yang menjalani pemulihan pasca upaya bunuh diri.

Bush menulis "Dave mencari konselor profesional dan mendaparkan resep obat untuk rasa kecemasan, depresi, dan mimpi buruk yang terus ia alami. Setelah menghadapi trauma dan belajar mengerti serta menerimanya, dia mulai belajar sebuah kehidupan baru."

Atau karya lainnya, ketika Bush menggambarkan prajurit bernama Chris Goehner yang menderita PTSD, atau gangguan kesehatan mental setelah mengalami peristiwa yang mengerikan.

Bush berucap, "Sedikit demi sedikit, Chris mulai pulih. Dia turun dosis dari 12 jenis obat menjadi bebas sama sekali. Dia sadar alkohol tidak menghilangkan kenangan tersebut namun justru memperparah mereka. Dia mulai ikut serta dalam maraton dan acara olahraga sebagai bentuk terapi."