Lima Sajak 'Liar' Si Binatang Jalang
CNN Indonesia
Sabtu, 29 Apr 2017 09:01 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Selama aktif berkarya, Chairil Anwar menulis 76 sajak asli. Dari total tersebut, CNNIndonesia.com memilih lima puisi legendaris yang kerap dicantumkan di sejumlah buku, maupun dibaca langsung di berbagai kesempatan.
Aku
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Aku
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Salah satu contoh tulisan tangan Chairil Anwar. (Dok. Arsip Pusat Dokumentasi Sastra HB Jasin) |
Lima Sajak 'Liar' Si Binatang Jalang
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
Salah satu contoh tulisan tangan Chairil Anwar. (Dok. Arsip Pusat Dokumentasi Sastra HB Jasin)
Salah satu karya lain dari Chairil Anwar. (Dok. Arsip Pusat Dokumentasi Sastra HB Jasin)
Chairil Anwar banyak menulis puisi yang ditujukan untuk perempuan. (Dok. Arsip Pusat Dokumentasi Sastra HB Jasin)