Mengutip Reuters, tidak satu pun dari film-film itu yang melakukan pengambilan gambar di Los Angeles, di mana Hollywood berada. Berbeda dengan seperempat abad lalu, saat semua film berbujet besar berpusat di sana. Kini negara lain ternyata lebih ‘menggiurkan.’
Sejak film Hollywood hanya syuting di Los Angeles, negara lain mulai resah dan memikirkan cara agar mereka bisa berpartisipasi dalam kiblat perfilman dunia itu. Mereka lantas menawarkan subsidi pajak, sponsor lokasi syuting maupun premier dan sebagainya.
Lihat juga:Lima Rekomendasi Film Akhir Pekan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Twenty-First Century Fox Inc memilih Australia untuk syuting Alien: Covenant. Walt Disney dan Marvel Studios syuting Guardians of the Galaxy Vol. 2 di Georgia. Sementara film-film pahlawan super lainnya lebih memilih syuting di Atlanta, meski panasnya tak keruan.
Lihat juga:'Rumah' Hollywood Mulai Bergeser ke Budapest |
Georgia juga punya hal lain untuk ditawarkan. “Kami punya banyak hal yang ditinggalkan, desa kecil terlantar atau pabrik yang terbengkalai,” kata Sophio Bendiashvili.
Kepala Rabat Georgia itu menjelaskan, kebanyakan bangunan yang tak lagi digunakan itu masih dimiliki negara. Bangunan-bangunan seperti itu cocok untuk lokasi syuting film.
Kebanyakan rumah produksi besar enggan menyebut berapa diskon yang mereka dapat atau di bagian mana mereka memeroleh subsidi. Namun ‘memindahkan’ lokasi syuting bukan hal baru, dan tak hanya dilakukan di sekitaran Amerika semata. Laporan tahun lalu menyebut Budapest dan beberapa negara atau Islam merupakan lokasi baru untuk pengambilan gambar film besar.
Negara yang bisa melihat potensi itu perlu memanfaatkannya, termasuk Indonesia, yang sudah berusaha menarik film asing untuk syuting di negaranya. Langkah konkret Indonesia adalah dengan menarik Daftar Negatif Investasi dan memudahkan perizinan syuting untuk film asing.