Generasi transisi yang dimaksud adalah enam perupa: Aris Darisman, Bonifacius Djoko Santoso, Dodi Hilmab, Lambok Hutabarat, Wahyudi Pratama, dan Yulian Ardhi. Keenamnya tumbuh sepanjang dekade 1980-an hingga 1990-an dan mengalami tahap demi tahap perubahan.
"Perubahan teknologi, pergeseran ideologi, interaksi sosial, pemaknaan terhadap spiritualitas hingga perilaku konsumsi budaya, merupakan bagian pengalaman sehari-hari yang direkam dan dituturkan kembali enam perupa KILLSKILL," kata Yuka Dian Narendra, salah satu kurator pameran 'Quiet Riot on Stage' di Gedung C Galeri Nasional, Jumat (7/7).
Salah satu instalasi dalam pameran KILLSKILL di Galeri Nasional. (CNNIndonesia/Agniya Khoiri) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karya Hasil Kegelisahan
Wahyudi Pratama misalnya, memaknai manusia dalam karya lukisannya yang bertema 'Manowar' sebagai representasi dari kegelisahan dan ketakutan yang pada akhirnya justru menimbulkan kesengsaraan bagi manusia lain. Karyanya tersebut terdiri dari empat seri yang diberi judul: 'Man of Fear,' 'Man of Intentions,' 'Man of Thorns,' dan 'Man of Nothing.'
Karya seni Wahyudi Pratama bicara soal manusia. (CNNIndonesia/Agniya Khoiri) |
"Saya mengerjakan ini selain sebagai pameran sekaligus sebagai komunikasi dengan lingkungan. Ini saya ibaratkan sebagai mesin untuk memuaskan rasa kecanduan," katanya.
Instalasi 'Jarum Keras' karya Bonaficus Djoko Santoso. (CNNIndonesia/Agniya Khoiri) |
Lambok Hutabarat lain lagi. Ia mengaku kerap tertarik dengan segala hal berbau militer. Maka ia mencoba menceritakan ilusi tentang perang. Baginya, perang selalu membawa persoalan kemanusiaan, namun pada saat yang sama juga terjadi atas nama kemanusiaan.
"Masa remaja saya terpapar film militer dan itu terbawa sampai tua, suka film perang. Film perang selain berfungsi mengingatkan manusia akan kejinya peperangan, pada saat yang sana menawarkan estetika tentang perjuangan manusia mencapai tujuan," katanya.
Lambok Hutabarat hobi bicara soal perang, termasuk dalam karya seninya. (CNNIndonesia/Agniya Khoiri) |
"Citra menjadi sangat penting dalam kehidupan masa kini seperti yang sering ditemui dalam media sosial. Citra memberi kesan ini yang pada akhirnya mengelabui manusia untuk lebih percaya pada apa yang dinarasikannya dibanding apa yang dialami," tutur Yulian.
Dalam video instalasinya, Yulian mengatakan bahwa itu menggambarkan perasaan dia soal peristiwa '98.
"Ibu saya kena jarah, saat itu saya kuliah di Bandung. Video itu dari foto-foto lama yang saya abstraksikan, dari foto-foto yang saya ambil setelah ’98 di sekitar rumah di Pondok Bambu," ujarnya lebih lanjut.
Dan Aris Darisman, lewat instalasi keramik bernama 'Angst' dia mengatakan bahwa dirinya ingin berbicara soal fragmen kehidupan dan kematian. Karyanya itu terdiri dari sejumlah replika tengkorak dari keramik.
"Hidup manusia tak bisa lepas dari kecemasan. Kecemasan pada kematian, lalu muncul penyangkalan. Takut untuk mati padahal pasti, tapi takut juga dengan hidup. Di sini saya menghadirkan replika tengkorak sebagai wujud kematian, dan suara air serta degup jantung sebagai perwakilian kehidupan," tuturnya.
Karya seni Doddy Hilman bicara soal mitos. (CNNIndonesia/Agniya Khoiri) |
KILLSKILL yang menjadi nama kelompok mereka, diambil sebagai satire atau glorifikasi akan parodi, ironi, pola pikir, kebiasaan, nafas kultural, dan hidup masyarakat di kota besar yang berjalan terlalu cepat.
Dalam pameran-pameran sebelumnya di Jakarta (Suar Art Space, 2015) dan Bandung (Roemah Seni Sarasvati Gallery, 2016), konsep-konsep karya KILLSKILL menyiratkan napas ideologis, kritik sosial, dan pemberontakan kultural yang tersirat melalui simbol-simbol populer pengalaman pribadi, pandangan, kesukaan simbol, imaji, keresahan serta kegelisahan visi dari tiap anggota. (rsa)
Salah satu instalasi dalam pameran KILLSKILL di Galeri Nasional. (CNNIndonesia/Agniya Khoiri)
Karya seni Wahyudi Pratama bicara soal manusia. (CNNIndonesia/Agniya Khoiri)
Instalasi 'Jarum Keras' karya Bonaficus Djoko Santoso. (CNNIndonesia/Agniya Khoiri)
Lambok Hutabarat hobi bicara soal perang, termasuk dalam karya seninya. (CNNIndonesia/Agniya Khoiri)
Karya seni Doddy Hilman bicara soal mitos. (CNNIndonesia/Agniya Khoiri)