Chester Bennington Tanpa Tato Api dalam Memori Mike Shinoda

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Selasa, 25/07/2017 15:33 WIB
Chester Bennington Tanpa Tato Api dalam Memori Mike Shinoda Mike Shinoda mengenang hari-hari pertamanya berkenalan dengan Chester Bennington. (AFP Photo/Rich Fury)
Jakarta, CNN Indonesia -- Linkin Park masih berduka atas perginya Chester Bennington, vokalis utama mereka yang meninggal gantung diri pada Kamis (20/7) lalu di Los Angeles. Rekannya sesama vokalis, Mike Shinoda mengenang masa-masa awal kebersamaannya dengan penyanyi 41 tahun itu.

Ia mengunggah foto pertamanya bersama dengan Bennington dan personel Linkin Park lainnya di Instagram. Dalam foto itu, mereka semua tampak masih muda. Seperti remaja yang baru beranjak dewasa. Bennington terlihat culun dengan topi dan kacamata.

[Gambas:Instagram]


"Tidak ada tato api, belum ada rambut merah, dan sebagian besar dari kami masih kuliah," tulis Shinoda sebagai keterangan foto, sembari mengenang awal mula Linkin Park bersama.

Itu adalah masa di mana Bennington pertama diajak bergabung dalam sebuah band.


“[Sekitar] 1997 atau 1998. Saya kira ini foto pertama kami bersama. Kami baru saja mengajak Chester bergabung ke dalam band. Dia bilang siap pindah dari Arizona ke Los Angeles," tulis Shinoda yang akhirnya ‘berbagi tugas’ dengan Bennington sebagai vokalis di Linkin Park.

Setelah mengajak Bennington, menurut kenangan Shinoda, mereka pergi menyantap pizza di UCLA dan nongkrong bersama untuk membicarakan apa yang bakal dilakukan selanjutnya.

"Band ini bernama Xero ketika itu, dan kami mungkin hanya punya kurang dari enam lagu.”

Mike Shinoda mengenal Chester Bennington sejak 1997 atau 1998.Mike Shinoda mengenal Chester Bennington sejak 1997 atau 1998. (REUTERS/Mario Anzuoni)
Setelah ternyata ‘nyambung,’ bersama Linkin Park Bennington merilis album pertama pada 2000, yang diberi tajuk Hybrid Theory. Tak dinyana, album itu langsung meledak di pasaran.

Hybrid Theory lantas diapresiasi dengan beragam nominasi dan penghargaan.

Nama Linkin Park semakin mendunia. Mereka terus berkarya hingga menghasilkan tujuh album. Yang teranyar, berjudul One More Light, baru saja rilis Mei lalu. Linkin Park seharusnya masih dalam rangkaian konser tur bersama Bennington sampai akhir tahun mendatang.


Namun, rencana itu tersandung oleh tragedi yang menimpa Bennington. Ia diduga gantung diri karena depresi. Linkin Park membatalkan konser mereka. Band itu pun ditinggal pemilik suara serak dan gahar yang selama ini menghibur penggemar dengan lirik-lirik yang dalam.