FOTO: Riwayat 'Sang Saka' di Mata Teater Keliling

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Kamis, 17/08/2017 16:14 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Teater Keliling mengunjungi beberapa kota di Indonesia untuk menampilkan lakon 'Sang Saka,' yang terinspirasi dari kisah perjuangan veteran merebut kemerdekaan.

Teater Keliling memilih merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia dengan mengadakan sebuah pertunjukan berjudul Sang Saka. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Lakon Sang Saka dipentaskan ke lima kota di Indonesia, mulai dari Surabaya (6 Agustus), Malang (7 Agustus), Bali (10 Agustus), Makassar (13 Agustus), dan berakhir di Lampung (15 Agustus). (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Lakon yang disutradarai Rudolf Puspa, berkisah tentang tiga orang sahabat yang bertemu kembali untuk berpetualang mencari harta karun. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Awal kisah diceritakan dari monolog seorang veteran yang diperankan Rudolf sendiri, soal potret pemuda masa kini yang dianggap jauh berbeda dari pemuda di era kemerdekaan. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Dalam perjalanan memburu harta karun, terbukalah rahasia dari setiap diri mereka dan penyebab mereka menjadi pemuda-pemudi bangsa yang lupa diri dan memupuskan rasa cintanya terhadap negeri. Bagaimana mereka hanya mementingkan eksistensi diri. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Harta karun berhasil mereka temukan, akan tetapi harta karun tersebut bukanlah yang mereka bayangkan. Harta itu menuntun mereka ke sebuah dimensi waktu imajiner detik proklamasi kemerdekaan yang akhirnya membuka kembali mata dan hati mereka. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Lakon Sang Saka merupakan sekuel dari lakon Jas Merah yang pernah ditampilkan di delapan kota pada tahun lalu. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Rudolf berharap, kisah-kisah perjuangan dan momentum kemerdekaan dapat terus di eksposnya dan pesannya tersampaikan. Sesuai dengan misi utama Teater Keliling yang ingin mencerdaskan bangsa terutama kalangan muda lewat pendidikan karakter yang berorientasi kepada idealisme pendidikan. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)