Jokowi Angkat Suara soal Raisa yang 'Dicaplok' Tangan Asing

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Senin, 11/09/2017 12:23 WIB
Jokowi Angkat Suara soal Raisa yang 'Dicaplok' Tangan Asing Jokowi bicara soal pernikahan Raisa dan Laudya Cynthia Bella. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo sempat menyinggung soal aset nasional yang diambil alih asing melalui guyonan, saat berpidato soal adaptasi yang harus dilakukan oleh kampus di Dies Natalies ke-60 Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Senin (11/9).

Tapi aset yang ia maksud tak berkaitan dengan sumberdaya negara, melainkan tentang penyanyi Raisa dan artis peran Laudya ChintyaBella.

Dalam pidato di Grha Sanusi Hardjadinata itu, Presiden dibuat bingung oleh pernyataan warganet soal banyaknya artis Indonesia yang menikah dengan WNI keturunan.



"Saya di komplain oleh warganet, 'Artis Raisa sudah lepas ke tangan asing, pak. Raisa itu suaminya keturunan Australia, lho pak,'" ujar Jokowi dalam pidatonya, mengutip protes itu.

Tak hanya itu, Presiden juga menyinggung artis Laudya Chintya Bella yang juga menikah dengan warga negara asing. "Belum selesai Raisa, ini Laudya Cynthia Bella juga ikut-ikutan menikah dengan pengusaha Malaysia," ujar Jokowi.

Diketahui Raisa telah menikah dengan aktor Hamish Daud pada 3 September 2017 lalu. Sedangkan Laudya Chintya Bella menikah dengan pengusaha asal Malaysia, Engku Emran di Kuala Lumpur pada 8 September 2017.


Jokowi mengatakan, ia bisa mengetahui komplain itu karena perkembangan teknologi dan percepatan penggunaan media sosial.

Menurutnya, hari-hari ini pemerintah bisa mengetahui kritik masyarakat langsung hingga hal-hal kecil, tak hanya yang besar seperti Freeport atau Newmont saja.

"Dulu enggak bisa dan sekarang disampaikan langsung ke pemerintah. Ini keterbukaan informasi dan kita semua harus siap," ucap mantan Wali Kota Solo itu.


Dalam pidato itu, Jokowi juga mengimbau jurusan di Fakultas Ekonomi harus mengalami perubahan adaptasi. Dia menyinggung soal manajemen ritel dan toko online.

“Dunia sudah berubah. Ini yang harus kita antisipasi, kalau tidak, kita akan kalah berkompetisi dengan negara lain,” tuturnya.