FOTO: Mengenang Benyamin S, Si Muka Kampung Rezeki Kota

Hesti Rika, CNN Indonesia | Jumat, 15/09/2017 16:08 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Teater Abang None mementaskan konser teatrikal bertajuk 'BABE, Muke Kampung Rejeki Kota' yang mengangkat kisah perjalanan hidup Benyamin Sueb.

Teater Abang None (Abnon) mementaskan konser teatrikal bertajuk 'BABE, Muke Kampung Rejeki Kota' yang mengangkat kisah perjalanan hidup Benyamin Sueb, Jakarta (14/9). Teatrikal itu disutradarai oleh Agus Noor dan diproduseri oleh Maudy Koesnaedi. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Maudy Koesnaedi sebagai produser membuka acara sebelum pementasan berlangsung di Graha Bhakti Budaya, TIM Jakarta (14/9). Konser teatrikal 'BABE, Muke Kampung Rejeki Kota' berlangsung selama dua hari pada 15 dan 16 September 2017. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Indra Bekti (kanan) memerankan sebagai abang Jantuk di konser teatrikal dengan judul 'BABE, Muke Kampung Rejeki Kota' yang mengangkat kisah perjalanan hidup Benyamin Sueb. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Benyamin Sueb (kiri) diperankan bergantian oleh tiga pemain Teater Abang None (Abnon) di pementasan konser teatrikal berjudul 'BABE, Muke Kampung Rejeki Kota' yang mengangkat kisah perjalanan hidup Benyamin Sueb. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Pentas ini dibagi ke dalam lima bagian. Mulai dari babak Benyamin kecil yang ikut mengamen bersama kakak-kakaknya, balada saat ia remaja, saat menapaki karier, membangkitkan kehidupan keluarga, karya, budaya hingga sampai dia memberi nyawa pada sinetron 'Si Doel'. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Ada sekitar 30 lagu andalan Benyamin dibawakan oleh pemain dalam konser teatrikal ini mulai dari 'Sang Bango', 'Hujan Gerimis', 'Si Doel', 'Panjak Gambang', 'Penganten Sunat' dan lainnya. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Pentas ini diadaptasi dari buku biografi Benyamin Sueb yang berjudul
Pertunjukan 'BABE, Muke Kampung Rejeki Kota' dipersembahkan Teater Abang None untuk mengenang mendiang Benyamin S yang wafat 22 tahun lalu, tepatnya 5 September 1995. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Sebagai penutup, dua lagu karya Ifa Fachir (penata musik) dan Simhala Avadana dibawakan oleh seluruh pemeran sebagai tanda apresiasi kepada Benyamin. Lagu itu berjudul 'Karya Untukmu' dan 'Muke Kampung Rejeki Kota' yang terinspirasi dari banyak judul lagu Benyamin. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)