Mengikuti Jejak Hidup Benyamin Si 'Muke Kampung Rejeki Kota'

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 15/09/2017 19:45 WIB
Mengikuti Jejak Hidup Benyamin Si 'Muke Kampung Rejeki Kota' Pementasan konser teatrikal 'BABE, Muke Kampung Rejeki Kota' mengikuti jejak hidup Benyamin Sueb sekaligus jadi pemuas dahaga karya sang legenda Betawi itu. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indra Bekti bersama Astry 'Ovie' muncul di atas panggung pentas BABE, Muke Kampung Rejeki Kota, Kamis (14/9), dengan menyanyikan Panjak Gambang sembari bergoyang bersama penari latar.

Keduanya muncul membuka konser teatrikal yang dibuat Teater Abang None itu untuk mengenang sang legenda Betawi, Benyamin Sueb yang telah memberi banyak kontribusi untuk dunia hiburan dan kebudayaan Betawi.

September ini, genap 22 tahun sosok yang kerap disapa Bang Ben itu pergi.


Indra Bekti (kanan) tampil dalam pentas 'BABE, Muke Kampung Rejeki Kota'.Indra Bekti (kanan) tampil dalam pentas 'BABE, Muke Kampung Rejeki Kota'. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)

Indra dan Ovie hadir sebagai Abang dan Mpok Jantuk, penutur cerita dalam pertunjukan yang mengadaptasi kisah hidup Benyamin.

Kisah hidup Benyamin dalam pentas ini dibagi dalam lima bagian, mulai dari saat Ben mengamen ketika masih bocah, balada remaja Ben, menapaki karier, tumpuan keluarga, hingga sumbangsih karya dan memberi nyawa pada serial legendaris Si Doel.

Pada babak pertama, dikisahkan sejak belia, Benyamin Sueb sudah membantu meringankan beban ekonomi keluarga dengan mengamen keliling kampung dan bernyanyi untuk acara sunatan bersama para kakaknya.


Sepanjang babak ini, berbagai lantunan ikonik Benyamin seperti Penganten Sunat, Nonton Cokek, dan Sang Bango, didendangkan para pemain.

Berlanjut pada gambaran kehidupan remaja, Benyamin tumbuh jadi remaja tak kenal takut, sekali pun pada preman kampung. Dia dikenal banyak membantu orang sekitarnya yang tertindas.

Pentas ini turut menampilkan momen Doel lulus sekolah dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan, yang ternyata adalah kisah nyata Benyamin remaja.

Pentas 'BABE, Muke Kampung Rejeki Kota' mengisahkan kisah hidup Benyamin Sueb dari kecil hingga dewasa. Pentas 'BABE, Muke Kampung Rejeki Kota' mengisahkan kisah hidup Benyamin Sueb dari kecil hingga dewasa. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)

Dikisahkan, Ben pulang sekolah sembari berteriak mengumumkan kelulusan dia dari bangku sekolah. Sang Nyak yang saat itu tengah mencuci piring tak kuasa menahan kegembiraan hingga alat makan yang ia pegang jatuh itu dan pecah berhamburan di lantai.

Dalam bagian lain, Ben dikisahkan bertemu Nonnie, sosok wanita yang bakal ia nikahi dan mendapatkan lima anak darinya. Beberapa lagu seperti Keroncong Kemayoran, Minta Duit, hingga Gadis Berbaju Biru mengiring kisah Ben remaja.

Beranjak dewasa, cucu jawara Kemayoran, Haji Ung itu mulai serius menekuni dunia seni dengan membentuk grup musik Melodia Ria. Bila saat kecil Benyamin mengamen keliling kampung, saat dewasa ia mengamen antar kafe.

[Gambas:Youtube]

Sampai akhirnya, Benyamin memilih solo karier dan berduet dengan sejumlah penyanyi wanita seperti Rita Zahara hingga Ida Royani.

Saat menjejaki karier itu, Benyamin mendapat petuah dari Bing Slamet: 'Kalau ingin sukses, ciptakan karya sendiri'. Nasihat itu yang menggerakkan Ben membuat lagu populer, Nonton Bioskop.

Di tengah kisah itu, kehidupan asmara Benyamin dan Nonnie digambarkan lewat lantunan Salam Lekom, Patjaran, Nonton Bioskop, Markonah 19, Burung Nuri serta Impian Semalam.


Tak hanya menekuni musik, di babak berikutnya, Benyamin terjun ke dunia perfilman. Dalam babak ini, Ben berkenalan dengan Ida Royani yang membuat Nonnie cemburu dan meninggalkan Benyamin.

Namun, Ben dipertemukan dengan Alfiah, sosok wanita yang kemudian mendampinginya usai berpisah dengan Nonnie.

Drama hidup Benyamin ini diiringi beberapa lagu legendaris seperti Item Manis, Hujan Gerimis, Abang Pulang, Nasi Timbel (Disini Aje), Petik Kembang, Suratan Takdir, Punya Cerita, dan Lagu Penghibur.

[Gambas:Youtube]

Di akhir pertunjukan, Bens Radio muncul sebagai salah satu warisan Benyamin untuk melestarikan budaya Betawi. Dalam babak ini, format pertunjukan dibuat dalam ruang siaran radio.

Dalam bagian ini, muncul potongan video dari sosok Ida Royani sang pasangan duet Benyamin, Christine Hakim yang kerap berpasangan dengan Ben di film, dan Rano Karno sebagai kejutan.

"Babe (Benyamin Sueb) tidak pernah punya rencana, tapi dia punya keinginan kuat. Seperti dalam karakter di Si Doel, itu tidak ada peran utama, ceritanya bebas semaunya dia dan awalnya enggak ada Si Doel Tukang Insinyur, itu spontan dibuat Benyamin saat syuting," tutur Rano.

Bens Radio, salah satu warisan Benyamin Sueb untuk melestarikan kebudayaan Betawi.Bens Radio, salah satu warisan Benyamin Sueb untuk melestarikan kebudayaan Betawi. (CNN Indonesia/ Endro Priherdityo)

"Sekali-kali dia mendoakan Doel jadi gubernur, tapi sayang doanya cuma sekali," tambah mantan Gubernur Tangerang Selatan yang disambut gelak tawa lantaran mirip kisah nyata hidup Rano.

Menutup pertunjukan, lantunan lagu Si Doel dan Sepak Bola Lawak didendangkan. Lagu tersebut pun jadi latar akhir hidup Benyamin yang wafat karena serangan jantung usai bermain sepak bola.

Secara keseluruhan, pentas ini menjadi wujud dari perjalanan hidup Benyamin. Kendati mengungkap beberapa hal yang mungkin tak banyak diketahui, namun ada beberapa bagian yang tampaknya juga tidak tersampaikan.


Perjalanan hidup Benyamin sebagai tukang roti, kondektur bus hingga pernah ikut militer dan menjadi kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya pada dekade 60an tidak masuk dalam pementasan ini.

Dialog khas Benyamin tampak juga terlalu sedikit, padahal dialog itu jadi bagian penting dari sosok yang ceplas-ceplos dengan logat khas Betawi itu. Jika lebih banyak, akan lebih mengobati kerinduan pada sosok Benyamin.

Meski hanya sebagai penyambung babak, Indra dan Ovie cukup punya andil besar dalam pertunjukan ini. Mereka memberi kesegaran dengan komedi ala Lenong Betawi yang tak henti memicu gelak tawa penonton.

Rano Karno berkelakar, doa Benyamin ke Doel menjadi Gubernur sayangnya hanya sekali.Rano Karno, pemeran Doel, berkelakar di atas pentas 'BABE, Muke Kampung Rejeki Kota', doa Benyamin ke Doel menjadi Gubernur sayangnya hanya sekali. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Boleh dibilang, konser teatrikal ini menjadi pemuas dahaga nostalgia akan lagu andalan dari Benyamin. Ada sekitar 30 lagu yang dibawa, termasuk dua lagu baru karya Ifa Fachir dan Simhala Avadan selaku penata musik pementasan ini.

Dua lagu itu berjudul Karya Untukmu dan Muka Kampung Rejeki Kota dengan lirik yang terinspirasi dari judul berbagai lagu Benyamin.

Konser teatrikal BABE, Muke Kampung Rejeki Kota digelar pada 15 dan 16 September 2017 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Teatrikal ini disutradarai Agus Noor dan diproduseri Maudy Koesnaedi, serta turut dimeriahkan Tommy Tjokro, Indra Bekti, Imam Wibowo, Ayumi Astriani, Astry Ovie dan para abang none Jakarta.