Indonesia Tetapkan 150 Warisan Budaya TakBenda

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 27/09/2017 15:58 WIB
Indonesia Tetapkan 150 Warisan Budaya TakBenda Indonesia tahun ini menetapkan 150 warisan budaya takbenda mulai dari beragam tradisi, ekspresi lisan, seni pertunjukan, adat istiadat, hingga pengetahuan. (ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan 150 warisan budaya takbenda yang diakui negara untuk tahun ini. Pengakuan ini merupakan upaya perlindungan warisan budaya di Indonesia agar tidak punah.

Seratus lima puluh warisan budaya tak benda itu terdiri dari beragam tradisi dan ekspresi lisan, seni pertunjukan, adat istiadat masyarakat, ritus, perayaan, pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam semesta, serta kemahiran kerajinan tradisional.

Warisan budaya takbenda ini minimal harus diturunkan lebih dari dua generasi.


Daftar 150 warisan budaya takbenda ini merupakan peninggalan yang terpilih setelah melalui seleksi dari 416 usulan yang datang dari seluruh daerah di Indonesia.


"Sebanyak 150 karya budaya yang ditetapkan, sudah melalui proses sejak awal tahun ini dengan berbagai pertimbangan," kata Ketua Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2017 Pudentia MPSS saat konferensi pers di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Rabu (27/9).

Pudentia menjelaskan proses seleksi itu diawali dengan pemeriksaan kelengkapan berkas berupa naskah akademik yang berisi latar belakang sejarah, foto atau rekaman, tahapan dan perkembangan kebudayaan.

Jika berkas sudah dinyatakan lengkap, seleksi berlanjut ke tahap verifikasi.

Tim ahli yang berjumlah 15 orang kemudian melakukan pengecekan langsung ke lapangan atau daerah untuk membuktikan kebenaran naskah akademik. Keunikan dan kekhasan juga menjadi salah satu pertimbangan penetapan.


Usai verifikasi, tim ahli melakukan Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda pada 21-24 Agustus lalu di Jakarta. Sidang itu juga diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah dari 34 provinsi di Indonesia.

Daerah Istimewa Yogyakarta Terbanyak

Pemerintah memberikan apresiasi kepada Daerah Istimewa Yogyakarta dengan warisan budaya takbenda terbanyak yang diakui tahun ini.

DIY mencatatkan 18 tradisi daerahnya di 150 warisan budaya takbenda yang diakui, diantaranya Badui, Wayang Topeng Pedalangan, Bancakan Bayi Yogyakarta, Krumpyung Kulon Progo, dan Tenun Serat Gamplong.

Menurut Pudentia, pemerintah DIY menunjukkan peningkatan yang signifikan lantaran tahun sebelumnya tak serius menangani warisan budaya takbenda.

"Apresiasi untuk DIY ini sungguh luar biasa karena sebelumnya minim mengirimkan budayanya, tahun lalu mereka mendapat sindiran karena Yogyakarta terkenal akan budaya. Tapi sindiran itu berhasil dan Yogyakarta rata-rata berkasnya lengkap dan hanya beberapa yang di-drop tim ahli," tutur Pudentia.

Nasi tumpeng menjadi salah satu bagian dalam perayaan bancakan atau 'slametan' bayi.  Nasi tumpeng menjadi salah satu komponen dalam perayaan bancakan atau 'slametan' bayi. (ThinkStock/suyantopgd)

Selain DIY, beberapa daerah lain dengan warisan budaya takbenda terbanyak diantara Riau sebanyak 11 budaya, Jambi 10 tradisi dan Kalimantan Barat 9 tradisi.

Selanjutnya Pudentia berharap agar pemerintah daerah semakin memberi perhatian untuk warisan budaya takbenda dengan membentuk tim ahli di tingkat provinsi.

Alih-alih mendapatkan dana, 150 daftar warisan budaya takbenda ini bakal mendapatkan sertifikat pengakuan. Warisan budaya ini juga bakal menjadi cikal bakal budaya Indonesia untuk diajukan ke PBB agar diakui dunia.


Pudentia menjelaskan ini merupakan bentuk gengsi dan motivasi bagi pemerintah daerah untuk menjaga, melindungi dan mengembangkan warisan budaya takbenda.

Dengan pengakuan terhadap 150 warisan budaya takbenda ini, Indonesia sudah mencatatkan total 594 karya budaya yang sudah diakui sejak 2013. Tahun lalu, juga terdapat 150 warisan budaya takbenda yang diakui.

Perayaan dan penyerahan seritifikan warisan budaya takbenda Ini akan diserahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada 4 Oktober mendatang di Gedung Kesenian Jakarta.