Lady Gaga Desak Otoritas Kontrol Senjata Usai Teror Las Vegas

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Selasa, 03/10/2017 08:02 WIB
Lady Gaga Desak Otoritas Kontrol Senjata Usai Teror Las Vegas Lady Gaga bukan hanya menyampaikan simpati soal teror di Las Vegas, namun mendesak Pemerintah AS bertindak cepat soal kepemilikan senjata di negara itu. (REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lady Gaga mendesak para pemimpin Amerika Serikat untuk bertindak cepat mempererat peraturan terkait kepemilikan senjata, menyusul insiden penembakan di Las Vegas yang menewaskan 59 jiwa dan melukai 527 orang.

Gaga menyampaikan pesan tersebut melalui akun Twitter miliknya di tengah hujan simpati yang datang dari para selebritas Hollywood.

"Ini aksi terorisme terang-terangan dan sederhana. Teror tidak butuh ras, gender, ataupun agama. (Partai) Demokrat dan Republik tolong bersatulah saat ini," tulis Gaga dalam akun yang diikuti lebih dari 71 juta penggemarnya itu.



"Berdoa itu penting namun @SpeakerRyan @realDonaldTrump adalah mereka yang memiliki kekuasaan untuk melegalkan peraturan senjata api secara cepat," kata Gaga membalas ucapan duka Ketua DPR Paul Ryan dan menyebut akun resmi Presiden AS Donald Trump.





Gaga juga mengajak para penggemarnya untuk bergabung dalam siaran langsung meditasi kesunyian selama 20 menit atau berdoa agar seluruh manusia berada dalam kedamaian.



Di sisi lain, Taylor Swift memilih menulis rasa simpati yang terbebas dari nuansa politis melalui akun Twitter resminya.


"Tidak ada kata untuk mengungkapkan ketidakberdayaan dan kesedihan yang saya rasakan bagi para korban di Vegas dan keluarganya," tulis Swift.



Rihanna dan sejumlah pesohor lain pun menuliskan ucapan duka atas kejadian di Las Vegas dan mengirimkan doa terbaik bagi para korban juga keluarganya.





[Gambas:Instagram]

[Gambas:Instagram]

Sebelumnya, insiden penembakan membabi-buta terjadi dalam sebuah konser yang diadakan di Mandalay Bay, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (1/10) malam waktu setempat.

Penembakan dilakukan oleh Stephen Paddock, pria 64 tahun yang melakukan perbuatan teror itu dari lantai 32 hotel Mandalay Bay, di dalam sebuah kamar yang disewanya sejak 28 September lalu.

Jason Aldean, penyanyi country yang tengah bernyanyi di atas panggung saat insiden itu terjadi mengisahkan suasana tersebut "luar biasa mengerikan".


Melansir CNN, sebuah video yang diunggah di media sosial menangkap momen saat berondongan peluru menyerang para penonton festival musik.

Kejadian itu memaksa Aldean dan bandnya menyetop penampilan di tengah lagu dan meninggalkan panggung seketika.

Video itu menampilkan orang-orang yang tengah berteriak dan berlarian, sementara pelaku tetap menembaki mereka.