Penyebab Kematian Hugh Hefner 'Playboy' Terungkap

Resty Armenia, CNN Indonesia | Rabu, 04/10/2017 08:41 WIB
Penyebab Kematian Hugh Hefner 'Playboy' Terungkap Isu penyebab kematian Hugh Hefner yang sempat simpang siur kini mulai menemui titik terang. (REUTERS/Fred Prouser)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyebab kematian bos majalah Playboy Hugh Hefner telah terkonfirmasi. Berbeda dengan klaim Playboy Entertprises sebelumnya, kini TMZ melaporkan pebisnis nyentrik itu tutup usia akibat serangan jantung.

Hefner meninggal di usia 91 tahun pada Kamis (28/9) lalu di rumahnya. Playboy Entertprises mengumumkan kabar tersebut kepada media. Perusahaan itu sebelumnya juga yang menyebut Hefner meninggal natural dan damai.

Kini, TMZ mengungkap sebuah sertifikat kematian yang menunjukkan bahwa Hefner menderita serangan jantung fatal. Berdasarkan dokumen itu, dia juga mengidap berbagai penyakit lain, termasuk keracunan darah, gangguan pernapasan dan E coli.


Representatif Hefner belum memberikan verifikasi kabar ini.


Sebelumnya, diberitakan People, Hefner disemayamkan di sebelah kuburan ikon budaya pop Marilyn Monroe di Westwood Village Memorial Park, Los Angeles, Amerika Serikat.

Keluarga menggelar pemakaman sederhana secara tertutup saat mengantar Hefner ke tempat peristirahatan terakhirnya itu, akhir pekan lalu.

Upacara pemakaman itu hanya dihadiri oleh sang istri Crytal Harris, empat anak Hefner dan beberapa staf.


Crystal Harris menyebut masih sulit percaya akan kepergian suaminya di usia ke-91 tahun itu.

"Saya belum bisa menggerakkan diri saya untuk membalas ucapan dari banyak orang untuk berterima kasih atas duka cita yang mereka sampaikan. Saya masih patah hati. Saya masih belum percaya," kata Crystal.

"Kami memakamkan dia pada Sabtu lalu. Dia kini ada di tempat yang selama ini diinginkan untuk beristirahat dalam keabadian," lanjutnya.

Harris menyebut sosok bos Playboy itu sebagai pahlawan Amerika dan sosok pionir. Selain itu, ia menyinggung Hefner sebagai sosok yang baik dan berjiwa ramah serta bersedia membuka kehidupan juga rumahnya kepada dunia.


"Saya merasakan betapa besar ia mencintai saya. Saya amat mencintainya. Saya amat bersyukur. Ia memberikan saya kehidupan. Ia memberikan saya arahan. Ia mengajarkan saya soal kebaikan," katanya.

"Saya akan selamanya bersyukur pernah ada di sisinya, memegang tangannya, dan mengatakan kepadanya betapa saya mencintainya," lanjut Harris.

[Gambas:Instagram]