Namun tujuh bulan kemudian kondisi itu berubah. Si Manis Jembatan Ancol sudah punya enam episode. Sinetron itu langsung melejit dan membuat Ozy ketagihan berakting.
Dia menerima tawaran bermain dua versi film Si Manis Jembatan Ancol dan sinetron daur ulang Si Manis Jembatan Ancol bersama Kiki Fatmala. Penampilannya tetap memukau: busana warna-warni mencolok serta kepala dan tangan yang bisa dilepaskan dari tubuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun karena ia sukses memerankan itu, Ozy jadi populer. Ia hampir selalu dikerubuti penggemar. “Kalau saya naik bus, dikerumuni orang, yang saya sendiri sampe frustrasi,” katanya. “Sampai pernah ke rumah orang gitu, pagarnya sampai roboh,” ia melanjutkan.
Ozy Syahputra bersama Kiki Fatmala di Si Manis Jembatan Ancol. (Courtesy of Soraya Intercine Films) |
"Saya kehilangan mobil gara-gara [mabuk dan lupa] waktu habis dari diskotek. Lama-lama akhirnya karier jadi jatuh. Jadi merosot," ujar Ozy. Bukan hanya sinetron dan film, tetapi juga musik pop dan dangdut yang dirintisnya sampai jadi nomine Anugerah Musik Indonesia.
Untungnya, Ozy cepat sadar dan kembali menata kehidupan dengan menjadi lebih religius. Dia sempat vakum dari dunia hiburan dan hanya menerima beberapa tawaran kecil saja. Kini Ozy memilih berbisnis multilevel marketing yang membawanya sampai keliling Eropa.
Sesekali ia bahkan sengaja turun dari mobil hanya untuk berpose bersama penggemarnya. “Hai ibu,” sapanya ramah, tersenyum, langsung kembali ke mobil untuk pindah lokasi syuting.
Ozy Syahputra bersama Kiki Fatmala di Si Manis Jembatan Ancol. (Courtesy of Soraya Intercine Films)
Ozy Syahputra mempertahankan karakter centil dan dandanan mencolok di Ada si Manis di Jembatan. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)