Film Bos Playboy Terancam Skandal Seks Sutradara 'Rush Hour'

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Kamis, 02/11/2017 11:38 WIB
Film Bos Playboy Terancam Skandal Seks Sutradara 'Rush Hour' Brett Ratner sedang di tengah penggarapan biopik Hugh Hefner saat skandal pelecehan seksual menimpanya. (Pascal Le Segretain/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sutradara Brett Ratner yang sedang ramai diperbincangkan karena tudingan pelecehan seksual, sejatinya tengah dalam proses penggarapan film biopik untuk bos Playboy, Hugh Hefner. Tak ayal, skandal pelecehan seksualnya pun mengganggu proyek itu.

“Menurut kami tindakan semacam itu tidak bisa diterima,” begitu bunyi pernyataan Playboy.

Playboy Enterprise mengatakan pada Reuters, skandal itu masalah bagi mereka. Karenanya, Playboy memutuskan menahan proyek bersama Ratner untuk “melihat kondisi ke depannya.” Kerja sama mereka selama ini adalah dengan RatPac Entertainment, rumah produksi Ratner.



Tidak dijelaskan sudah sejauh mana proses penggarapan film itu.

Disebut-sebut aktor Jared Leto akan memerankan Hefner. Namun mengutip Vanity Fair dan Deadline, ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dengan film itu sejak awal.

“Jared Leto tifak terkait dengan film Hugh Hefner yang disutradarai Brett Ratner, tidak di masa lalu, sekarang, maupun masa depan. Laporan sebelumnya [bahwa Leto menjadi pemeran utama] itu salah dan tidak dikonfirmasi oleh perwakilannya,” kata Leto dalam surelnya.


Padahal Leto yang digadang-gadang menjadi Hefner sudah menjadi pembicaraan sejak bulan lalu. Ratner sendiri yang menyatakan, karena Leto adalah kawan baiknya. Menurutnya, dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter kala itu, Leto sendiri yang mendatanginya.

“Saya ingin memainkannya. Saya ingin memahaminya,” ujar Leto kala itu.

“Dan saya percaya Jared bisa melakukannya. Dia salah satu aktor bagus,” ujar Ratner.


Selain dengan Playboy, perusahaan RatPac Entertainment juga bekerja sama dengan Warner Bros. Namun, kerja sama itu juga terpaksa tertunda karena masalah pelecehan seksualnya.

“Saya memilih untuk secara pribadi mundur dari segala aktivitas yang berkaitan dengan Warner Bros. Saya tidak ingin ada dampak negatif nantinya kepada studio itu, sampai masalah pribadi [yang menimpa saya] ini terselesaikan,” ujarnya, juga lewat surel.

Juru bicara Warner Bros. sendiri juga sudah berkomentar terkait itu.


“Kami waspada terhadap tudingan itu dan sekarang sedang memantau situasi,” tulisnya pada Reuters melalui surel. Sejauh ini, Ratner masih menampik segala tudingannya.

Terdapat sekitar enam perempuan yang melapor telah dilecehkan secara seksual oleh Ratner. Salah satunya aktris Olivia Munn, yang dipaksa melihatnya bermasturbasi di lokasi syuting After the Sunset pada 2004 lalu. Perempuan lain juga diminta melayaninya secara seksual.

Ratner dikenal sebagai sutradara dan produser. Beberapa film yang pernah ditanganinya Rush Hour, Rush Hour 2, After the Sunset, The Revenant, dan X-Men: The Last Stand. (rsa)