FOTO: Hitam Putih Perkawinan Suku Tertua di Sulawesi

ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar, CNN Indonesia | Selasa, 14/11/2017 10:35 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Suku Kulawi di Sulawesi masih punya kerajaan kecil dan mempertahankan adat istiadat, terutama soal pernikahan. Mereka menggelar pesta itu selama dua hari.

Suku Kulawi atau 'Tokulawi' merupakan salah satu suku tertua di selatan kawasan Danau Lindu, dataran Kulawi Induk, Gimpu dan DAS Koro Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)
Wilayah itu telah dihuni sejak masa prasejarah, yang dibuktikan oleh ditemukannya megalitik yang sudah berumur 3000 tahun di daerah tersebut. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)
Di sana bahkan masih ada kerajaan Kulawi, sebuah kerajaan kecil yang rajanya disebut Magau atau Sangkala. Mereka juga masih mempertahankan adat istiadat, termasuk pernikahan. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)
Mereka menyebut prosesi pernikahan adatnya dengan nama 'Pmemua.’ Pernikahan di sana berlangsung selama dua hari. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)
Hari pertama, pernikahan dimulai dengan prosesi Tari Raego sebagi penanda dimulainya upacara pernikahan secara adat. Lantunan syair-syair Kulawi kuno menyambut mempelai pria. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)
Setelah itu, keluarga, tokoh adat dan utusan mempelai pria menuju depan pintu rumah mempelai wanita yang tertutup sambil mengentakkan kaki tiga kali. Dari balik pintu terdengar sahutan dalam bahasa Kulawi,
Utusan mempelai pria kemudian menyebutkan nama pria, agar pintu terbuka. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)
Setelah pintu terbuka, kepala sang mempelai pria pun disambut taburan beras kuning. Suasana riang pun terlihat di raut wajah keluarga mempelai wanita. (FOTO/Fiqman Sunandar)
Setelah ritual makan kapur sirih, acara hari itu pun ditutup dengan santap bersama. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)
Esoknya, hari kedua pernikahan, ada ritual 'Mojunu' yang bermakna pembersihan diri untuk menjalani kehidupan rumah tangga. Maknanya seperti ‘Siraman’ di adat Jawa. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)
Setelah itu, ada ‘Mantime Bengka' yakni menyembelih kerbau. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)
Bukan hanya itu, ada juga ritual berjalan di atas pelepah daun pinang sebagai simbol diterimanya mempelai pria menjadi satu keluarga. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)