Penjual Tiket Palsu Konser Ed Sheeran di Singapura Dipenjara

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Jumat, 15/12/2017 06:03 WIB
Penjual Tiket Palsu Konser Ed Sheeran di Singapura Dipenjara Empat tersangka penjual tiket palsu konser Ed Sheeran di Singapura bulan lalu dihukum kurungan penjara. (REUTERS/Mario Anzuoni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Empat warga negara dari Australia, Inggris, dan Selandia Baru harus merasakan dinginnya penjara Singapura lantaran terbukti telah memalsukan tiket konser Ed Sheeran di negara tersebut pada November lalu.

Diberitakan AFP, empat orang tersebut masing-masing telah dihukum penjaran empat pekan karena memalsukan dan mejual tiket palsu itu ke fan Ed Sheeran.

Paul Cosgrove yang berasal dari Australia dikirim ke hotel prodeo pada Rabu (13/12) setelah mengakui membantu Martin Keane yang dari Inggris untuk menipu fan Ed Sheeran dengan tiket palsu.



Konser yang berlangsung pada 11 dan 12 November lalu itu ludes terjual. Tiket konser itu sendiri dijual dengan harga mulai dari SGD108 atau sekitar Rp1 juta hingga SGD248 atau Rp2,5 juta.

Keane, 60 tahun, dipenjara pada bulan lalu setelah mengaku bersalah dalam kejahatan tersebut. Di sisi lain, dua warga Selandia Baru, Scott Penk dan Michael Hardgrave juga mengakui telah menjual tiket palsu untuk konser 12 November.

Menurut laporan polisi, dalam kasus pertama, Cosgrove memberikan tiket palsu ke Keane yang menjualnya kepada fan dengan harga lebih mahal dari tiket asli, yaitu SGD250 hingga SGD300 atau Rp2,5 juta hingga Rp3 juta.


Keane menjual tiket tersebut ke fan dalam dua kesempatan, namun fan tersebut dihentikan di pemeriksaan ketiga oleh pihak keamanan yang menyadari tiket mereka palsu.

Cosgrove ditangkap 10 hari setelahnya oleh imigrasi saat ia berencana menyeberang ke Malaysia.

Sedangkan pasangan dari Selandia Baru mendapatkan sejumlah tiket palsu di luar konser 12 November dari beberapa orang tak dikenal.

Hardgrave menjual tiket tersebut kepada fan Ed Sheeran sebelum akhirnya ketahuan oleh pihak kepolisian. (end)