Video Baru 'Blood On The Dance Floor' Michael Jackson Dirilis

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Senin, 18/12/2017 10:57 WIB
Video Baru 'Blood On The Dance Floor' Michael Jackson Dirilis Perwakilan properti Michael Jackson merilis video 'Blood On The Dance Floor' versi baru. (AFP PHOTO/ROSLAN RAHMAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jasad Michael Jackson telah terkubur sejak wafat pada 25 Juni 2009 silam. Meski demikian, karya musiknya tak lekang sepeninggal kepergian pelantun Thriller itu.

Baru-baru ini, video musik klasik Blood on The Dance Floor milik Jackson diubah ke dalam versi baru. Video musik itu menampilkan perpaduan cuplikan video asli yang dirilis pada 1997 dengan aksi Cirque du Soleil, pemeran pertunjukan Michael Jackson ONE.

Menurut perwakilan properti Michael Jackson, keputusan untuk membuat versi baru dari video musik ditetapkan setelah mereka menyaksikan para pemeran memberikan pertunjukan Blood on The Dance Floor selama perayaan ulang tahun Michael. Perwakilan tersebut selanjutnya menyatakan bahwa mereka turut terinspirasi dari pertunjukan itu.


[Gambas:Youtube]


Blood on The Dance Floor sendiri merupakan salah satu lagu dari album remix penyanyi yang dijuluki 'King of Pop' itu, Blood on the Dancefloor: HIStory In the Mix (1997). Baru-baru ini, lagu tersebut juga di-remix ulang untuk album kompilasi bertema Halloween Scream, yang dirilis melalui Epic Recordings pada 29 September lalu.

"Pilihan lagu tersebut sebagai cerminan kasih sayang 'King of Pop' untuk masa ini, tema kostum dan penyamarannya, kegelapan dan cahaya, transformasi karakter dan kejutan," tutur perwakilan untuk Epic Recordings mengatakan dalam sebuah pernyataan, dikutip AceShowbiz.

Upaya tersebut, mendorong lagu itu memuncak di posisi 33 dalam tangga lagu Billboard 200. Blood on The Floor bukanlah satu-satunya proyek yang diumumkan dari Michael Jackson pada tahun ini. Sebelumnya, perwakilan Jackson telah memulai debut video musik Thriller dengan konsep tiga dimensi untuk ditayangkan selama Festival Film Internasional Venesia 2017 pada 30 Agustus - 9 September lalu.


"Kami sepenuhnya memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menambahkan dimensi baru ke visual dan audio yang membawanya ke tingkat yang baru," kata John Landis berbagi dalam sebuah pernyataan.

"Meskipun Thriller difilmkan secara tradisional, saya bisa menggunakan materi 3D secara kreatif. Biarkan saya hanya mengingatkan Anda, bahwa ada kejutan yang mengejutkan di sana," tambahnya. (res)