Penggemar Mulai Berdatangan ke Tempat Pemakaman Yon Koeswoyo

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Sabtu, 06/01/2018 08:28 WIB
Penggemar Mulai Berdatangan ke Tempat Pemakaman Yon Koeswoyo Beberapa jam menjelang pemakaman Yon Koeswoyo, Sabtu (6/1), para penggemar musisi legendaris itu kini terpantau sudah mulai berdatangan ke TPU Tanah Kusir. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa jam menjelang pemakaman Yon Koeswoyo, Sabtu (6/1), para penggemar musisi legendaris itu kini terpantau sudah mulai berdatangan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, di mana idola mereka akan dikuburkan satu tempat dengan kakaknya, Tonny Koeswoyo.

Sejak pukul 6.00 pagi WIB, telah berdiri dua tenda putih di TPU Tanah Kusir. Satu tenda 2,5 meter x 2,5 meter berada tepat di atas makam Tonny, sementara satu tenda lain yang berukuran dua kali lipat lebih besar berdiri mendampingi dan digunakan untuk para pelayat.

Di antara para penjaga makam yang sedang bersiap, terlihat sejumlah penggemar mulai berdatangan untuk menyaksikan dan mengantar sang idola ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Salah satunya Asep Sumantri yang datang dari Bintaro untuk memberi penghormatan terakhir kepada musisi idolanya sejak remaja.


“Saya dulu kecil di Sumedang dan Koes Plus bisa dibilang sudah menjadi sejarah hidup saya. Sejak SMP tahun ‘70-an saya sudah dengar dari lagunya Manis dan Sayang dan sampai sekarang itu menurun ke anak cucu saya. Untuk saya, dedikasi mereka itu full terhadap musik,” tuturnya.

Pemilik nama asli Koesyono Koeswoyo ini meninggal dunia di usia 77 tahun pada Jumat (5/1) kemarin, karena menderita sakit komplikasi diabetes.

Sebelumnya, anak pertama Yon, Gerry Koeswoyo, menjelaskan ayahnya sempat dirawat selama lima hari di rumah sakit. Namun, setelah itu, Yon meminta untuk dirawat di rumah saja.

"Malam tadi sesak napas, tapi enggak mau dibawa ke rumah sakit. Setelah itu bapak bilang ‘Kamu ngapain sih bawa-bawa ke rumah sakit? Udah biarin lah, orang gue udah mau meninggal,’” kata Gerry, Jumat kemarin.
Yon lalu mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 05.00 WIB pagi ini di kamar tidurnya. Gerry sempat melarikan ayahnya ke rumah sakit, tapi kondisinya tidak tertolong.

Keputusan untuk menguburkan jenazah Yon bersama dengan almarhum kakaknya diungkapkan Chicha Koeswoyo karena kerinduan Yon pada Tonny semasa hidup.

"[Makamnya] ditumpuk sama [makam] Tonny, karena beliau rindu sama kakaknya," ujar Chica.
Makam Tonny dan juga Yon terletak di Blad 33 Blok AA1 TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, berdampingan dengan makam ayah dan ibunya, Raden Koeswoyo dan Rr. Atmini.

Di atas batu nisan Tonny sendiri bertuliskan bait lirik lagu Koes Plus yang berjudul Pagi yang Indah.

“Kini ku seorang diri/ Berteman burung kenari/ Kenari penghibur hati/ Bernyanyi setiap hari.” (has)