Cak Nun: Jangan Sia-siakan Koes Plus

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Sabtu, 06/01/2018 12:24 WIB
Cak Nun: Jangan Sia-siakan Koes Plus Suasana pemakaman Yon Koeswoyo di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Sabtu, 6 Desember 2018. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Budayawan Emha Ainun Najib yang datang ke pemakaman Yon Koeswoyo, Sabtu (6/1), di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, mengingatkan agar keluarga Koeswoyo yang tersisa dapat terus dihargai.

”Suatu hari mereka juga dipanggil, jangan sampai kita belum belajar tentang mereka, karena kita sudah kehilangan dan tidak peka lagi terhadap orang-orang besar yang kita miliki. Banyak orang besar lewat begitu saja dan tidak ada maknanya,” kata pria yang kerap disapa Cak Nun itu.

Lebih lanjut, Cak Nun mengatakan bahwa Koes Plus merupakan nasionalis sejati yang jejak-jejaknya melampaui profesi mereka sebagai penyanyi. Dia mencontohkan bahwa pada rezim Orde Lama kepemimpinan Presiden Soekarno, mereka pernah dipenjara.


“Mereka itu pejuang nasional. Banyak sekali sejarah yang perlu dipelajari, termasuk bahwa mereka bukan pemusik modern. Medianya yang musik modern, tapi muatannya semua dari nenek moyang, kita meneruskan. Kita harus belajar dari mereka. Indonesia jangan menyia-nyiakan hadiah dari Tuhan, mereka ini hadiah dari Tuhan,” ujarnya.

Salah satu nilai nasionalis dalam diri Yon itu tercermin dari pesan khusus yang pernah ia titipkan kepada kakaknya, Nomo, dan adiknya, Yok. Hal itu disampaikan langsung oleh keduanya usai mengantar Yon ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Tanah Kusir.

"Harapannya menginginkan kesejahteraan. Itu yang kami utamakan. Saya yakin Anda semua tahu Pancasila, kalau keadilan sosial sudah dipegang teguh, musyawarah mufakat akan mudah sekali dan persatuan serta kesatuan menjadikan manusia yang adil dan beradab,” tutur Yok kepada sejumlah awak media.

Sementara menurut Nomo, sang adik berpesan untuk tidak mudah berputus asa dan terus berjuang untuk bangsa.

”Pesannya dia, jangan gampang putus asa, berjuang terus untuk bangsa dan negara ini. Dia itu pribadi yang sangat baik, hatinya lapang, penuh cinta kasih, tapi kadang-kadang sifat dia yang begitu disalahgunakan,” kata pemilik nama asli Koesnomo Koeswoyo itu.

Dia menjelaskan, “Misalnya sudah tahu dia sedang sakit, dipaksa menyanyi. Saya prihatin.”

Yon meninggal dunia di usia 77 tahun karena menderita sakit komplikasi diabetes. Sebelumnya, anak pertama Yon, Gerry Koeswoyo menjelaskan ayahnya sempat dirawat selama lima hari di rumah sakit. Namun, setelah itu, Yon meminta untuk dirawat di rumah saja.

Yon lalu mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 05.00 WIB pagi ini di kamar tidurnya. Gerry sempat melarikan ayahnya ke rumah sakit, tapi kondisinya tidak tertolong.




(vws)