Stan Lee Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual ke Perawat Muda

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Rabu, 10/01/2018 13:21 WIB
Stan Lee Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual ke Perawat Muda Stan Lee dituduh melakukan pelecehan seksual kepada sejumlah perawat muda yang ditugaskan merawat sosok ikonis Marvel tersebut. (REUTERS/Kevork Djansezian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus pelecehan seksual kali ini menerpa kreator Marvel, Stan Lee. Komikus 95 tahun itu dituduh melakukan pelecehan seksual ke sejumlah perawat muda yang ditugaskan merawatnya.

Menurut laporan Daily Mail, Lee dituduh memaksa para perawat muda berjalan telanjang dan meminta mereka melakukan seks oral dan Lee menuntut 'kepuasan' dari mereka.

Para perawat muda tersebut adalah karyawan yang disewa untuk merawat Lee di rumah sang bos Marvel tersebut di Hollywood Hills.



Perusahaan penyalur jasa perawat tersebut telah memutus kontrak kerja sama dengan Lee dan kini sudah mengajukan gugatan terhadap komikus sekaligus aktor tersebut.

Seorang perwakilan perusahaan perawat telah mengonfirmasi bahwa terdapat sejumlah komplain terkait perbuatan Lee tersebut.

Namun, Lee telah membantah tuduhan tersebut. Kuasa hukum Lee mengatakan pria kelahiran 28 Desember 1922 di New York itu menyangkal tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai palsu serta upaya mencoreng nama baiknya.


Kuasa hukum Lee juga menyebut bahwa tuduhan tersebut sebagai fitnah dan pemerasan.

Dikutip dari NME, berikut pernyataan dari kuasa hukum Lee.

"Tuan Lee secara kategoris menyangkal tuduhan salah dan palsu ini dan ia sepenuhnya berjuang melindungi nama baiknya dan karakter baiknya," tulis pernyataan kuasa hukum Stan Lee.

"Kami tidak mengetahui ada gugatan perdata, atau laporan dari polisi, yang merupakan cara yang lebih pantas dan tepat untuk ditangani."

"Bahkan, Tuan Lee telah menerima sejumlah tuntutan untuk membayar uang dan ancaman bila ia tidak melakukannya, para penuntut akan memberi tahu media. Tuan Lee tidak akan bisa diperas atau difitnah oleh siapa pun karena sama sekali tidak melakukan kesalahan," kata pernyataan tersebut. (end)