FOTO: Akibat Tersengat 'Listrik' Oasis

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Minggu, 14/01/2018 13:25 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Berawal dari tersengat 'listrik' musik Oasis saat mendengar She's Electric, Ilham Priananda menghabiskan hidupnya memburu barang-barang Oasis sampai ke Inggris.

Ilham Priananda jatuh cinta pada Oasis setelah mendengar lagu She's Electric pada kaset album What's The Story? Morning Golry! yang ia pinjam dari temannya pada 2000.
Sejak itu ia ingin memiliki rilisan fisik Oasis, namun tak memiliki cukup uang. Ilham sampai pernah mencuri kaset di Mahakam, Jakarta. Namun kini ia punya kaset, CD, sampai piringan hitam Oasis lebih banyak dari pengemar Oasis bahkan toko kaset lain di Jakarta.
Ia pun mendirikan museum Oasis yang diberi nama MolekLane Museum, sejak 2013. Kala itu museum yang terletak di Jalan Molek V itu berisikan rilisan fisik Oasis dalam berbagai format, juga majalah yang memberitakan Oasis dan poster resmi Oasis.
Pertama dibuka, kurang lebih lebih ada 3.000 barang berbau Oasis di museum itu.
Koleksi Ilham bertambah ketika ia lancong ke London pada 2013. Ia banyak menemukan barang-barang langka yang tak mungkin didapatkan di Indonesia.
Di antaranya rak promosi Oasis yang terbuat dari kardus yang hanya ada satu di dunia, rilisan dalam format mini disc dan item promosi Oasis. Ilham pun semakin percaya diri membuka museum untuk umum karena barang langka yang ia miliki.
Beruntung Ilham kemudian melanjutkan studi S2 di jurusan Bisnis Internasional, Universitas Middlesexs, Inggris, pada 2015. Kesempatan menimba ilmu itu ia manfaatkan juga untuk semakin banyak berburu barang Oasis.
Setiap bulan ia menyisikan uang 1.300-1.500 Pounsdterling untuk membeli barang-barang Oasis. Selama dua tahun di London, Ilham semakin menggila dan mendapat barang-barang yang sangat langka.
Seperti gitar Noel Gallagher, tamborin Liam Gallagher, jaket Noel yang dikeluarkan saat anniversary penfield, pernak-pernik Oasis yang hanya ada sedikit di dunia, CD Oasis yang batal dirilis karena ada lagu yang dihilangkan, dan koran serta majalah luar negeri yang memberitakan Oasis.
Semua barang itu kini tertampung di Moleklane, yang koleksinya sudah 5.000 buah.
MolekLane Oasis dibuka dua sesi setiap Sabtu dan Minggu. Sebelum datang jangan lupa menghubungi Ilham melalui akun Instagram @hamprand untuk mendaftar.
Maksimal pengunjung setiap sesi hanya empat orang. Ilham akan mengajak pengunjung untuk tur museum guna menjelaskan sejarah Oasis, barang langka apa yang ia miliki dan mengapa barang-barang tersebut menjadi langka.