Jung Woo Sung Tunjukan Solidaritas untuk Anak-Anak di Suriah

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Selasa, 16/01/2018 00:30 WIB
Jung Woo Sung Tunjukan Solidaritas untuk Anak-Anak di Suriah Aktor Korea Jung Woo Sung menunjukkan dukungan kepada anak-anak di Suriah. (Screenshot via Instagram/@tojws)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktor asal Korea Selatan Jung Woo Sung menunjukkan dukungan kepada anak-anak di Suriah. Melalui akun Instagram miliknya, ia mengunggah sebuah foto dengan satu mata yang ditutup menggunakan tangan.

Gerakan dengan mengunggah foto yang menunjukkan gaya seperti itu tengah diikuti warga dunia untuk menunjukkan solidaritas dan simpati terhadap seorang bocah yang menjadi korban perang di Suriah, Karim karena kehilangan satu matanya.

"Dalam kekerasan yang terjadi di Damaskus, Suriah, Oktober lalu, Karim kehilangan satu matanya, 100 hari setelah dia lahir. Banyak anak seperti Karim yang masih menderita. Saya mendesak masyarakat global untuk peduli pada perang saudara Suriah," tulis bintang film The Good, The Bad, The Weird itu disertai tanda pagar #SolidarityWithKarim.

[Gambas:Instagram]


Sebelumnya, kisah Karim telah banyak mengumpulkan dukungan dari dunia melalui media sosial yang kemudian tampaknya juga menggugah hati Woo Sung untuk ikut terlibat. Aktor berusia 45 tahun itu pun diketahui aktif bekerja sebagai duta untuk UNHCR, badan yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang khusus mengurusi pengungsi.

Mengutip CNN, Karim menjadi korban dalam sebuah serangan artileri dan telah menjadi simbol pembantaian dan krisis kemanusiaan di pinggiran Damaskus, wilayah timur Ghouta.

"Dia dan ibunya mengalami serangan artileri di pasar di Hammuria, wilayah timur Ghouta. Ibu Karim terbunuh dalam serangan tersebut, dan Karim menderita luka parah pada tengkoraknya," kata Union of Medical Care and Relief Organizations, sebuah kelompok yang memberikan bantuan kemanusiaan dan medis untuk korban perang Suriah.


Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah mengatakan bahwa mereka menyaksikan pemboman pada 29 Oktober di Hammuriah dan tempat lain di pinggiran kota Damaskus. Kelompok tersebut memantau baku tembak pasukan rezim di daerah taman kanak-kanak di Kafr Batna yang menyebabkan empat anak terluka. Seorang anak meninggal dan tiga warga lainnya terluka dalam baku tembak di Saqba.

Komite Palang Merah Internasional menggambarkan situasi kemanusiaan di pinggiran kota Damaskus dalam tingkat kritis.

Sampai akhirnya, kampanye #SolidarityWithKarim menggerakkan pendukung di Timur Tengah dan di seluruh dunia, termasuk warga negara, tokoh masyarakat dan relawan yang marah karena anak-anak telah menjadi korban serangan.





(res)