Ada Petisi Menuntut Joker Kembali Jadi Gay

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Rabu, 24/01/2018 20:27 WIB
Seorang penggemar DC Comics dari Rusia yakin bahwa sejatinya Joker seorang pencinta sesama jenis dan punya perasaan terhadap Batman. Seorang penggemar menyebut Joker pencinta sesama jenis. (Ilustrasi/Dok. DC Comics)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden DC Comics, Geoff Johns menjadi sasaran salah satu petisi di situs Change.org. Salah satu penggemar DC Comics asal Rusia, Elena Shestakova memintanya membuat karakter Joker ditampilkan sebagai pencinta sesama jenis.

Dalam laman petisi itu, Shestakova menjelaskan bahwa Joker merupakan karakter komik yang sudah ada selama sekitar 80 tahun. Menurutnya, dalam beberapa komik Joker ditampilkan sebagai karakter pencinta sesama jenis.

"Seperti dalam komik The Dark Knight Returns karya Frank Miller atau komik Arkham Asylum: A Serious House on Serious Earth karya Grant Morrison," tulis Shestakova.



The Dark Knight Returns sendiri dirilis pada 1986. Komik itu menceritakan Batman yang pensiun usai kematian rekannya, Robin.

Sedangkan Arkham Asylum: A Serious House on Serious Earth dirilis pada 1989. Komik itu menceritakan tentang pasien sakit jiwa Arkham Asylum mengambil alih rumah sakit dan mengancam membunuh petugas rumah sakit bila Batman tidak bersedia bertemu. Tindakan pasien itu dimotori oleh Joker yang juga mengancam membunuh orang.

Dalam cerita itu Joker ditampilkan jatuh cinta kepada Batman. Dalam naskah, Morrison menggambarkan Joker dengan riasan dan lingerie hitam. Namun itu dihilangkan oleh editor DC Comics.


Shestakova menjelaskan bahwa Neal Adams, salah satu komikus Batman, sudah berulang kali mengatakan sejak lama bahwa karakter Joker selalu menjadi pencinta sesama jenis.

"Joker beberapa kali menyatakan perasaannya kepada Batman dan memperlihatkan ketertarikannya pada lelaki," tulis Shestakova dalam petisinya di Change.org.

Shestakova melanjutkan, "Joker memiliki sifat feminin, ia menggunakan lipstik, kuteks, memakai hak tinggi dan terkadang memakai gaun. Kami sadar beberapa hal itu stereotip, tapi [itu] memberikan gambar yang jelas."


Shestakova merasa karakter Joker sebagai penyuka sesama jenis terhapus pada era 1990-an. Karakter perempuan bernama Harley Quinn kemudian diperkenalkan sebagai pacar Joker.

"Banyak yang merasa bahwa Harley Quinn adalah satu-satunya perempuan yang dicintai Joker. Padahal dalam komik tidak pernah ada bukti keromantisan mereka berdua atau perasaan dari Joker kepada Harley Quinn," kata Shestakova.

Shestakova melanjutkan, "Kami meminta DC Comics mengembalikan karakter Joker yang menyukai sesama jenis di komik dan medium lain. Jangan ada identitas seksual yang diubah walau hanya karakter fiksi, karena terkadang karakter fiksi berarti bagi manusia nyata."

Sejauh ini, petisi yang digagas Shestakova sudah ditandatangani 515 orang. (rsa)