5 Hal yang Bakal Muncul di Grammy Awards 2018

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Sabtu, 27/01/2018 07:01 WIB
5 Hal yang Bakal Muncul di Grammy Awards 2018 Ilustrasi: Grammy Awards tahun ini banyak diisi musisi hip hop dan RnB. (REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grammy Awards 2018 bakal dimulai Minggu (28/1) malam waktu New York City. Nominasi pun telah diumumkan sejak November 2017. Namun masih banyak yang dapat diharapkan muncul di Grammy Awards ke-60 nanti.

Grammy Awards yang ‘pulang kampung’ ke New York ini memiliki sejumlah keistimewaan dibanding perayaan sebelumnya. Salah satunya, dominasi musik RnB dan hip hop dalam acara tertinggi di industri musik itu.

Melansir CNN, berikut sejumlah hal yang bakal muncul di Grammy Awards ke-60 nanti.



Tak Ada Lagi #GrammySoWhite

Dipantau dari nominasi Grammy Awards ke-60 yang sudah diumumkan, setidaknya tak ada lagi dominasi kulit putih yang kerap dikeluhkan oleh banyak musisi Hollywood.

Dengan masuknya sejumlah nama musisi berkulit gelap seperti Jay-Z, Childish Gambino, Kendrick Lamar, atau pun Bruno Mars dalam kategori penting seperti Record of the Year, Album of the Year, ataupun Song of the Year, setidaknya asumsi diskriminasi warna kulit tak lagi relevan.

Dan kondisi ini disebut sebagai kali pertama sejak 1999, yaitu tidak ada musisi kulit putih yang berhasil menjadi nomine Album of the Year.

[Gambas:Youtube]

Para nomine salah satu kategori tertinggi itu adalah ‘Awaken, My Love!’ milik Childish Gambino , ‘4:44’ milik Jay-Z, ‘DAMN’ milik Kendrick Lamar, ‘Melodrama’ milik Lorde, dan ’24K Magic’ milik Bruno Mars.

Seiring dengan tren hip hop yang tengah digandrungi di Amerika Serikat, genre ini punya peluang besar untuk membawa pulang piala Grammy. Apalagi, Jay-Z dan Kendrick Lamar tercatat sebagai musisi dengan raihan nominasi terbanyak.

Peluang Momen #MeToo

Golden Globes Awards lalu penuh dengan simbol kepedulian dan perlawanan atas isu diskriminasi dan pelecehan seksual, seperti melalui gerakan ‘Me Too’. Pun peluang yang sama terjadi di Grammy Awards 2018.


Sejumlah tokoh di industri musik telah berkumpul dan merencanakan membuat gerakan sosial untuk mendukung perlawanan diskriminasi dan pelecehan sosial.

Mawar putih dipilih menjadi simbol aksi itu dan akan dikenakan oleh para undangan dan nomine Grammy Awards.

Kembalinya James Corden

James Corden sukses membuat panggung Grammy Awards ke-59 pada 12 Februari 2017 lalu terasa menyenangkan. Sosok pembawa acara humoris ini akan kembali memandu panggung Grammy pada Minggu (28/1) nanti.

Dan, seperti sosok Corden yang dikenal gemar menyanyi dan menari, kemungkinan aksi ikonisnya itu juga akan menghiasi Grammy tahun ini.

5 Hal yang Bakal Muncul di Grammy Awards 2018Aksi kocak James Corden saat membawakan Grammy Awards ke-59, Februari 2017. (REUTERS/Lucy Nicholson)

Penampilan Keren para Musisi

Penampilan para musisi jelas menjadi salah satu jualan utama Grammy, di luar sesi penghargaannya. Begitu pula tahun ini.

Sejumlah musisi ciamik siap memanaskan panggung Grammy Awards, sebut saja Kendrick Lamar yang selalu tampil energik, Kesha yang kembali lagi ke dunia musik, atau Rihanna yang selalu dramatis.

Juga Lady Gaga dan Miley Cyrus dengan atraksi serta ‘gimmick’ panggung mereka, Pink, hingga Sting, Bruno Mars, Cardi B, dan Childish Gambino ikut nimbrung di atas panggung.

Masih ada satu lagi. Duo musisi yang sukses besar sepanjang 2017 dan ‘meracuni’ telinga masyarakat dunia dengan karya mereka, Louis Fonsi dan Daddy Yankee dipastikan akan membawa ‘Despacito’ secara perlahan ke panggung Grammy tahun ini.

[Gambas:Instagram]

New York dan Penghormatan

Tahun ini, Grammy Awards 2018 kembali ke kampung halaman mereka di New York untuk kali pertama setelah 15 tahun eksis di Los Angeles.

Ada sejumlah penampilan khusus yang menggambarkan kembalinya Grammy ke New York, nuansa Broadway.

Sejumlah penampilan bernuansa Broadway akan dibawakan ke panggung Grammy, aktris Patti LuPone akan menyanyikan Don’t Cry For Me Argentina yang berasal dari pertunjukan musikal Evita.

Selain itu, aktor Ben Platt akan tampil memberikan penghormatan untuk Andrew Lloyd Webber, komposir legendaris pertunjukan musikal di Amerika Serikat.


Pun sejumlah musisi seperti Eric Church, Maren Morris, dan Brothers Osborne bakal tampil sebagai penghormatan kepada para korban tragedi penembakan di the Route 91 Harvest Music Festival di Las Vegas, Oktober lalu.

Namun kembalinya Grammy Awards ke New York bukan perkara mudah.

Diberitakan The Hollywood Reporter, Presiden Recording Academy Neil Portnow mengklaim pemerintah kota New York belum memenuhi janji mereka untuk menanggung biaya tambahan yang dikeluarkan penyelenggara untuk mengadakan acara di New York.

Menyelenggarakan Grammy Awards di New York tidak murah, menurut Portnow. Harganya sekitar US$6 sampai US$8 juta lebih mahal ketimbang menggelar acara serupa di Los Angeles.

[Gambas:Youtube] (end)